AYOJAKARTA.COM - Dalam bulan suci ramadhan ada amalan sunnah yang sangat dianjurkan oleh Rosulullah SAW dikerjakan waktu malam hari yakni sholat Tarawih.
Hukum melaksanakan sholat tarawih adalah sunnah muakkad yakni sunnah yang dikuatkan, melaksanakannya boleh sendiri atau berjamaah secara umum dikerjakan setelah shalat isya’.
Sebagaimana telah disampaikan terkait keutamaan shalat tarawih dalam sebuah hadis Rosulullah SAW bersabda :
مَنْ قَامَ مَعَ الإِمَامِ حَتَّى يَنْصَرِفَ كُتِبَ لَهُ قِيَامُ لَيْلَة
Baca Juga: Doa Sambut Ramadhan Sesuai Anjuran Rasulullah SAW, Bisa Dibacakan Lengkap dengan Latin dan Artinya
Latin : Man Qaama ma’al imaami hattaa yansharifu kutiba lahu qiyaamu lailah.
Artinya : Siapa saja yang ikut shalat tarawih berjemaah bersama imam sampai selesai maka untuknya itu dicatat seperti shalat semalam suntuk.” (HR. Abu Daud dan Turmudzi).
Baca Juga: Niat Qadha Ramadhan Sebelum Masuk Bulan Suci 2023, Segera Lunasi Utang Puasamu!
Bacaan Niat Salat Tarawih Sendiri
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ ِللهِ تَعَالَى
Usholli sunnatattarowihi rok’ataini mustaqbilal qiblati lillahi ta’ala.
Artinya: "Aku niat Salat Tarawih dua rakaat menghadap kiblat karena Allah Ta’ala."
Jika tarawih dilaksanakan secara berjamaah dengan keluarga di rumah, bacaan niatnya adalah sebagai berikut.
Baca Juga: Apa yang Harus Disiapkan Jelang Ramadhan? Buya Yahya Punya Jawabannya!
Bacaan Niat Salat Tarawih sebagai Makmum
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى
Ushalli sunnatat taraawiihi rak’ataini mustaqbilal qiblati ma’muman lillahi ta’aalaa.
Artinya: “Aku niat Salat Tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai makmum karena Allah Ta’ala."
Baca Juga: Belum Sempat Bayar Hutang Puasa Tahun Lalu? ini Penjelasan UAS Mengenai Batas Akhir Qadha Ramadhan
Bacaan Niat Salat Tarawih sebagai Imam
اُصَلِّى سُنَّةَ التَّرَاوِيْحِ رَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ إِمَامًا ِللهِ تَعَالَى
Ushollii sunnatat-taraawiihi rok’ataini mustaqbilal qiblati imaaman lillaahi ta’alaa.
Artinya: “Saya niat salat sunnah tarawih dua rakaat menghadap kiblat sebagai imam karena Allah Ta’ala.”
Bacaan niat tersebut bagi yang mengikuti pendapat akan adanya lafaz niat.
Baca Juga: Barang Siapa Ingin Bertemu Bulan Ramadhan Baca Doa Ini!
Namun, jika tidak, sesungguhnya niat adalah amalan hati yang dengan sadar dan sengaja melakukan salat tarawih.
Terkait tata cara salat tarawih, ada perbedaan pendapat mengenai jumlah rakaat.
Ada yang melaksanakan dengan 8 rakaat. ada pula yang melaksanakan 20 rakaat.
Baca Juga: Ide Usaha Jualan Bulan Ramadhan, Es Jelly Creamy Bisa Banjir Orderan, Siapa Mau Coba?
Caranya pun juga berbeda-beda, ada yang dilakukan dengan cara per 2 rakaat lalu salam, ada pula yang per 4 rakaat lalu salam.
Setelah melakukan salat tarawih, boleh dilanjutkan salat witir.
Sedikitnya, salat witir boleh dilakukan satu rakaat.
Namun, kebanyakan kaum muslim melaksanakan salat witir sebanyak tiga rakaat.
Caranya pun ada perbedaan pendapat, yakni dikerjakan 2 rakaat ditambah 1 rakaat, dan ada pula yang dikerjakan 3 rakaat sekaligus seperti salat magrib.
Berikut ini bacaan niat salat witir.
Salat Witir 1 Rakaat
اُصَلِّى سُنًّةَ الْوِتْرِرَكْعَتَيْنِ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًاِللهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatal witri rok ‘atan mustaqbilal qiblati adaa’an (ma’muman/imaman) lillaahi ta’alaa.
Artinya: “Saya niat salat witir satu rakaat menghadap qiblat (sebagai makmum/imam) karena Allah ta’alaa.”
Salat Witir 3 Rakaat
اُصَلِّى سُنًّةَ الْوِتْرِ ثَلاَثَ رَكَعَاتٍ مُسْتَقْبِلَ الْقِبْلَةِ اَدَاءً مَأْمُوْمًا ِللهِ تَعَالَى
Ushallii sunnatal witri tsalaasa roka’aatin mustaqbilal qiblati adaa’an (ma’muman/imaman) lillaahi ta’alaa.
Artinya: “Saya berniat shalat witir tiga rakaat menghadap kiblat (sebagai makmum/imam) karena Allah ta’alaa."***

Share this article
Hukum melaksanakan sholat Tarawih di bulan Ramadhan adalah sunnah muakkad yakni sunnah yang dikuatkan.