AYOJAKARAT.COM -- Dzikir merupakan sebuah perilaku yang dilakukan seseorang dalam mengingat Tuhan, terang Ustaz Adi Hidayat saat mengisi kajian.
Lebih lanjut, Ustaz Adi Hidayat kembali mengingatkan para jamaah tentang dampak dari seseorang yang sering berdzikir.
Mendapati ketenangan batin, kecenderungan sukses yang tinggi, perasaan bahagia dan meningkatnya kecerdasan, menurut Ustaz Adi Hidayat merupakan dampak dari berdzikir.
Baca Juga: Bagaimana Hukum Suntik Saat Puasa Ramadan? Simak Penjelasan Ustaz Adi Hidayat
“Bentuk dzikir terbagi menjadi dua, dengan menjalankan perintah, atau dengan meninggalkan larangan,” ujar UAH dalam kajian.
Bentuk menjalankan perintah, sebagaimana telah diketahui umat muslim adalah perkara yang tersusun dalam Rukun Iman dan Rukun Islam.
Dengan mengacu kepada definisi dzikir, dampak berdzikir, serta contoh menjalankan perintah, maka seseorang yang menjalankan sholat adalah orang-orang yang bahagia.
“Orang yang sholat, maka dirinya cenderung tenang, bahagia, cerdas dan seterusnya,” terang Ustaz Adi Hidayat.
Baca Juga: Bagaimana Hukum Kumur-Kumur Saat Puasa Ramadan? Simak Penjelasan Ustaz Adi Hidayat
Karena itu dalam kalimat adzan yang merupakan panggilan untuk mendirikan sholat, merupakan panggilan kebahagiaan.
“Marilah kita sholat, untuk apa kita sholat? untuk menuju kebahagiaan, untuk menuju kemenangan,” imbuh Ustaz Adi Hidayat dengan mengutip kalimat adzan.
Sebab itu, menurut Ustaz Adi Hidayat mustahil jika seseorang yang perilaku-perilaku ibadahnya baik akan hidup dalam rasa sumpek, tertekan dan sejenisnya.
Contoh nyata penerapan dari Bentuk Dzikir yang kedua adalah dengan meninggalkan segala larangan Allah SWT.
Untuk bisa memahami makna berdzikir dengan larangan, yang perlu diperhatikan adalah konsep meninggalkan larangan dan membuahkan dampak.
“Orang mengerjakan perintah akan mendapatkan kebahagiaan, sedangkan orang yang meninggalkan larangan, maka akan hati akan terjaga,” terang UAH.
Baca Juga: Hati-hati Tidak Sah! Bolehkah Sikat Gigi saat Puasa? Ustaz Adi Hidayat: Tapi Jangan Gunakan….
Tetapi sebaliknya, ketika perkara yang telah dilarang Allah SWT justru kemudian dikerjakan, maka akan berdampak pada ketenangan.
“Ketika zina yang merupakan larangan tetap dilakukan, maka akan mengganggu ketenangan, makanya orang yang zina hidupnya tidak tenang,” sambung UAH.
Seseorang yang telah melanggar larangan Allah SWT akan berdampak pada ketenangannya.
“Orang yang tidak tenang, akan cenderung gelisah, beda dengan orang tenang, akan bersikap biasa,” jelas Ustaz Adi Hidayat kepada jamaah.
Baca Juga: Baca Al Quran Tanpa Wudhu dan Tanpa Jilbab, Bolehkah? Simak Penjabaran Ustaz Adi Hidayat
Hal inilah kemudian yang membuat seseorang yang telah melanggar perintah Allah SWT menjadi hidup dalam kegelisahan.
Akibatnya, tidak sedikit kehidupan yang sebelumnya harmonis berubah menjadi rusak dan hancur berantakan akibat melanggar perkara terlarang.
“Ketenangan hilang, kesuksesan berkurang, kebahagiaan sirna, dan yang paling dahsyat adalah rusaknya kecerdasan, baik intelektual, emosional,” pungkas Ustaz Adi.
Sebab kecerdasan intelektual sehebat apapun tidak berguna jika tidak dibarengi dengan kecerdasan emosi, tutup UAH kepada jamaah.
Demikian seperti dirangkum Ayojakarta pada Rabu, 29 Maret 2023 dari kanal Youtube Audio Dakwah.***(Karseno AJ)

Share this article
Lebih lanjut, Ustaz Adi Hidayat kembali mengingatkan para jamaah tentang dampak dari seseorang yang sering berdzikir.