AYOJAKARTA.COM – Dalam hidup seringkali manusia dihadapkan pada perbedaan antara rencana pribadi dengan rencana Illahi, terang Ustaz Abdul Somad dalam satu kajian.
Ustaz Abdul Somad menjelaskan dengan sebuah cerita, seorang calon anggota Paskibra yang gagal mendapatkan kesempatan untuk mengibarkan bendera.
Karena kegagalan tersebut, Ustaz Abdul Somad menambahkan, angota Paskibra kemudian mengeluh dan mempersoalkan keputusan Tuhan.
Baca Juga: JANGAN KETINGGALAN! Ganjar Pranowo Buka Bantuan Mudik Gratis Lebaran 2023 via Kereta Api
“Saya sudah berlatih lama, ternyata hasilnya gagal, kenapa justru menjadi seperti ini Ya Allah?”ujar UAS meniru seseorang yang sedang mengeluh.
Untuk bisa belajar berprasangka baik terhadap takdir Allah SWT, Ustaz Abdul Somad mengingatkan dengan mengutip salah satu ayat dalam Alquran.
Ustaz Abdul Somad selanjutnya memberikan makna yang terkandung di dalam Al Quran Surat Al-Baqarah Ayat 216.
“Boleh jadi kami membenci sesuatu, padahal ia amat baik bagimu, dan boleh jadi kamu menyukai sesuatu, padahal ia amat buruk bagimu, Allah mengetahui sedang kamu tidak,”
UAS kembali kepada cerita tentang seorang anggota Paskibra yang mengeluh karena rencananya menemukan kegagalan.
Dalam situasi sedang merasa putus asa karena kegagalan, Allah SWT kemudian mengutus seorang Hamba-Nya dengan memberikan kabar baik.
Dibalik kabar baik tersebut, ternyata ada sebuah kejutan besar yang kebahagiaannya melebihi keinginan Si Anggota Paskibra.
“Rupanya skenario Allah SWT jauh lebih indah, diuruskan akomodasi dan jadi anggota pengibar bendera di Istana Negara,” UAS melanjutkan cerita.
Meski telah mengetahui tentang rencana Allah SWT yang jauh lebih indah dari rencana Hamba, bukan juga berarti seseorang bersikap pasif.
Diam tidak melakukan apapun untuk lebih mendekat kepada tujuan yang baik, merupakan salah satu sikap yang dilarang dalam agama.
Hanya tidur dan bermalas-malasan sampai siang, kemudian pasrah tanpa ada upaya-upaya bukanlah perilaku seorang muslim.
“Usaha, do’a, tawakal, niat baik, bertutur kata baik, dan berbuat baik, sisanya Allah SWT yang menentukan,” jelas UAS.
Apabila semua sudah dilakukan namun hasilnya tidak sesuai keinginan, itu artinya Allah sedang memberikan kesempatan bagi Hamba-Nya untuk bersabar.
Tetapi jika Allah menakdirkan rencana atau keinginan seseorang sesuai dengan rencana yang dibuatnya, itu tanda Allah sedang menunjukkan kuasa-Nya.
Agar bisa selalu berprasangka baik kepada takdir Allah SWT, setiap muslim harus menanamkan kesadaran tentang Allah.
“Kita hanya berusaha namun Allah yang akan menetapkan akhirnya, jangan pernah berhenti berusaha, apalagi berprasangka buruk kepada Allah SWT,” jelas UAS.
Demikian kajian UAS tentang berperasangka baik kepada Allah yang dikutip Ayojakarta pada Rabu, 5 April 2023 dari Youtube Az-Zubair Channel. ***

Share this article
Ustaz Abdul Somad menjelaskan salah satu ayat Al Quran bagi orang yang mudah depresi agar tak terlanjur jatuh terlalu dalam. Simak di sini!