AYOJAKARTA.COM - Bulan puasa ramadan 1444 H sudah memasuki dua belas hari terakhir. Dalam fase sepertiga malam terakhir Ramadan ini, diketahui ada salah satu malam yang lebih mulia dari 1.000 bulan, yaitu malam lailatul qadar.
Namun yang pasti, tidak ada satupun orang yang mengetahui kapan terjadinya peristiwa tersebut di setiap tahunnya.
Akan tetapi umat muslim di seluruh dunia diperintahkan Allah SWT untuk bisa meningkatkan ibadahnya agar bisa mendapatkan pahala yang berlipat-lipat di bulan suci ini.
Baca Juga: RADWIMPS Jakarta: Tiket Tersedia Dua Pilihan, Termurah Gak Sampai Rp 1 Juta
Sementara itu, Syekh Zainuddin al-Malibari dalam kitabnya, Fathul Mu’in, mengatakan bahwa ada 3 amalan utama yang bisa dilakukan untuk mengisi beberapa malam terakhir di bulan yang penuh ampun tersebut.
Untuk amalan pertama yang bisa dilakukan yakni memperbanyak sedekah merupakan salah satu cara yang dapat diwujudkan guna mencukupi kebutuhan keluarga, berbagi dengan sesama, khususnya kerabat dan tetangga sekitar lingkungan tempat tinggal.
Seperti yang diketahui, sedekah ini dapat diberikan dalam bentuk uang ataupun yang lainnya seperti menyediakan menu buka puasa bagi saudara-saudara yang tengah menjalankan ibadah puasa, meskipun dengan memberikan segelas air putih. Hal tersebut juga sangat berarti bagi mereka yang tengah menjalani ibadahnya.
Baca Juga: iPhone 14 Yellow Siap Hadir di Indonesia, iBox Malah Turunin Harga iPhone 11
Kedua memperbanyak ibadah di sepertiga malam terakhir berupa membaca al-qur'an. Pada kegiatan membaca Al-Qur'an ini bisa dilakukan dimana saja dan kapan saja, kecuali di tempat-tempat yang dilarang sebagai salah satu contohnya yakni toilet dan tempat-tempat najis lainnya.
Kemudian Imam Syarofuddin An-Nawawi mengatakan jika membaca Al-Qur'an di akhir malam lebih baik dibandingkan awal malam. Sebab membaca Al-Qur'an yang paling baik yaitu di siang hari setelah menjalankan ibadah shalat shubuh.
Di sisi lain, Syekh Sayid Abu Bakar Syatha dalam kitab I’anatut Thalibin menyampaikan bahwa membaca Al-Qur'an di malam hari lebih utama ketimbang pada siang hari karena lebih fokus dan khusyuk.
Ketiga, Syekh Zainuddin menambahkan kalau memperbanyak i’tikaf di malam-malam terakhir ramadan juga sebagai bentuk peningkatan ibadah yang dilakukan Rasulullah SAW.
Menurut mazhab Syafi’i dikatakan bahwa sebagian ulama memperbolehkan i'tikaf di ruangan dalam rumah yang dikhususkan untuk shalat. Hal tersebut juga di seimbangkan dengan prinsip bahwa shalat sunnah saja yang paling utama dilakukan di rumah, maka i’tikaf di rumah seharusnya bisa dilakukan juga.
Sementara itu, Rasulullah SAW juga menghidupkan suasana malam-malam ramadan seperti membangunkan keluarganya dalam fase sepertiga malam terakhir agar bisa beribadah lebih daripada malam-malam yang sudah-sudah.
Terakhir, Rasulullah SAW juga tidak lupa mandi untuk membersihkan diri serta merapikan pakaian dan memakai wangi-wangian menjelang waktu isya selama fase sepertiga malam terakhir ramadan dengan harapan memperoleh lailatul qadar.***

Share this article
Syekh Zainuddin al-Malibari dalam kitabnya, Fathul Mu’in, mengatakan bahwa ada 3 amalan utama yang bisa dilakukan.