AYOJAKARTA.COM--Pada bulan suci ramadan, semua umat muslim memang mengharapkan bisa meriah keistimewaan malam lailatul qadar.
Sebab ada beberapa ulama yang berpendapat bahwa malam agung tersebut terjadi pada 10 hari terakhir di bulan ramadan.
Oleh karena itu, sejumlah umat muslim pun termotivasi untuk bisa semangat dalam menjalankan ibadahnya pada waktu-waktu tersebut.
Pada malam 10 hari terakhir ramadan, bisa dilihat bahwa sejumlah mushola ataupun masjid akan mengadakan salat malam, dzikir, serta doa bersama. Hal ini dikarenakan untuk bisa meraih malam lailatul qadar yang sudah dinanti-nanti sebelumnya
Akan tetapi, Allah SWT sudah merahasiakan kapan malam mulia ini datang. Untuk kapan tanggal terjadinya malam lailatul qadar ini hanya bisa diprediksi dari para ulama karena mereka selalu berpatokan malam tersebut terjadi pada 10 hari terakhir bulan ramadan.
Sebagaimana yang diketahui kalau malam lailatul qadar ini bagaikan permata sangat indah dan tersimpan di tempat sangat tersembunyi.
Baca Juga: Wanita Haid Masih Bisa Meraih Berkah Malam Lailatul Qadar? Buya Yahya Ungkap Caranya
Sebab semua umat muslim menginginkannya, tetapi hanya bisa memprediksi keberadaannya. Dalam satu hadits yang diriwayatkan Ibnu Majah terkait malam lailatul qadar, Rasulullah Saw pernah bersabda sebagai berikut :
إِنَّ هَذَا الشَّهْرَ قَدْ حَضَرَكُمْ وَفِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ مَنْ حُرِمَهَا فَقَدْ حُرِمَ الْخَيْرَ كُلَّهُ وَلاَ يُحْرَمُ خَيْرَهَا إِلَّا مَحْرُومٌ
Artinya,
"Sesungguhnya bulan ini (Ramadhan) telah datang kepada kalian. Padanya terdapat satu malam yang lebih baik dari seribu bulan. Siapa saja yang terhalangi darinya, sungguh ia telah terhalangi dari semua kebaikan. Dan tidak ada yang terhalangi (darinya), kecuali orang yang memang terhalangi dari kebaikan),"
Kemudian Imam Ibnu Hajar al-Atsqalani sendiri juga menghimpun setidaknya ada 45 pendapat terkait waktu terjadinya malam lailatul qadar.
Namun dari sekian pendapat yang ada ia berkesimpulan bahwa argumen yang paling kuat yakni dikatakan akan terjadi pada tanggal-tanggal ganjil di bulan ramadhan.
Disisi lain, Imam Syafi’i mengatakan bahwa yang lebih spesifik lagi terjadinya malam yang penuh ampun ini di tanggal 21 dan 23 ramadan dimana lebih potensial terjadi malam lailatul qadar.
Sedangkan mayoritas ulama termasuk Syekh Nidzamuddin an-Naisaburi berpendapat pada 27 ramadan.
Selanjutnya, menurut Imam Fakruddin ar-Razi, menjelaskan bahwa hikmah dirahasiakannya malam lailatul qadar ini merupakan suatu upaya yang dilakukan umat muslim untuk bisa bersungguh-sungguh melakukan ibadahnya selama bulan ramadan agar bisa mendapatkan malam istimewa tersebut.
Hal tersebut juga senada dengan ar-Razi, Syekh Nidzamuddin an-Nasibasuri dalam tafsirnya, Gharaibul Qur’an wa Raghaibul Furqan juz 6, hal 537 menyampaikan bahwa:
الْحِكْمَةُ فِي إِخْفَاءِ لَيْلَةِ الْقَدْرِ فِي الَّليَالِي كَالْحِكْمَةِ فِي إِخْفَاءِ وَقْتِ الوَفَاةِ وَيَوْمِ الْقِيَامَةِ حَتَّى يَرْغَبُ الْمُكَلَّفُ فِي الطَّاعَاتِ وَيَزِيْدُ فِي الاِجْتِهَادِ وَلَا يَتَغَافَلُ وَلَا يَتَكَاسَلُ وَلَا يَتَكَّلُ
Artinya:
"Hikmah dirahasiakannya malam Lailatul Qadar di antara malam-malam bulan Ramadhan adalah seperti dirahasiakannya kematian dan hari kiamat. Sehingga manusia dengan penuh suka cita menjalankan ibadah, lebih bersungguh-sungguh, tidak lalai, tidak bermalas-malasan, dan tidak lesu, "
Mengutip islam.nu.or.id diketahui ada beberapa ciri-ciri malam lailatul qadar yang bisa diprediksi kedatangannya dengan mengamati kondisi alam yang ada berdasarkan beberapa hadits Nabi.
Pada pagi harinya sinar matahari tidak terlalu panas dan cuaca terasa sejuk. Hal ini berdasarkan hadits riwayat Muslim.
Baca Juga: Link Streaming Takbiran Idul Fitri 1444 Hijriah, Merdu dan Menyejukkan Batin
Malam harinya langit terlihat bersih, tidak terdapat awan, suasana terasa tenang dan sunyi, udara juga tidak dingin tidak pula panas. Hal tersebut terdapat pada hadist Rasulullah Saw yang diriwayatkan pada Ath-Thayalisi dan Al Baihaqi dalam Syu’abul Iman.
لَيْلَةُ القَدَرِ لَيْلَةٌ سَمْحَةٌ طَلَقَةٌ لَا حَارَةً وَلَا بَارِدَةً تُصْبِحُ الشَمْسُ صَبِيْحَتُهَا ضَعِيْفَةٌ حَمْرَاء
Artinya:
"Lailatul qadar adalah malam yang penuh kemudahan dan kebaikan, tidak begitu panas, juga tidak begitu dingin, pada pagi hari matahari bersinar tidak begitu cerah dan tampak kemerah-merahan,".

Share this article
ada beberapa ulama yang berpendapat bahwa malam agung tersebut terjadi pada 10 hari terakhir di bulan ramadan.