AYOJAKARTA.COM - Salah satu anjuran umat muslim pada hari Idul Fitri adalah melaksanakan salat Idul Fitri atau Salat Ied.
Menjadi salat yang sangat dianjurkan atau sunnah muakkadah menjadi dasar hukum salat ied sejak disyariatkanya pada tahun kedua hijriah.
Dikutip dari laman NU pada 17 April 2023 oleh ayojakarta.com, Salat idul fitri juga dilaksanakan Rasulullah hingga beliau wafat dan masih dilaksanakan oleh umatnya sampai sekarang.
Secara sekilas salat fardhu lima waktu memiliki kesamaan dengan syarat dan rukun salat Idul Fitri. Namun, ada beberapa perbedaan teknis yang sifatnya sunnah.
Misal seperti waktu salat yang dimulai sejak matahari terbit sampai masuk waktu salat dhuhur.
Fakta unik lain yang membedakan salat Idul Fitri dengan salat Idul Adha adalah dianjurkan mengawalkan waktu untuk salat Idul Adha agar memberi kesempatan yang luas bagi masyarakat yang hendak berkurban selepas rangkaian shalat id.
Namun untuk salat Idul Fitri disunnahkan memperlambatnya. Hal ini untuk memberi kesempatan mereka yang belum berzakat fitrah.
Sebelum memulai salat Idul Fitri, terdapat beberapa tahapan yang harus dilakukan oleh jamaah.
Pertama adalah niat shalat Idul Fitri di dalam hati bersamaan dengan takbiratul ihram (membaca Allâhu akbar), dan disunnahkan untuk melafalkan niat sebelumnya.
Berikut niat salat idul fitri sebagai makmum, dikutip dari laman nu.or.id.
“Ushallî sunnatan li ‘îdil fithri rak’ataini ma’mûman lillâhi ta’âlâ.”
Artinya: “Aku berniat salat sunnah Idul Fitri dua rakaat menjadi makmum karena Allah ta’ala.”
Setelah itu, jamaah membaca doa iftitah dan disunnahkan untuk takbir sebanyak tujuh kali. Di sela-sela tiap takbir dianjurkan untuk membaca lafal yang memuji kebesaran Allah, sebagaimana berikut ini.
“Allâhu akbar kabîran, wal ḫamdulillâhi katsîran, wa subḫânallâhi bukratan wa ashîla.”
Artinya: “Allah Maha Besar dengan segala kebesaran, segala puji bagi Allah dengan pujian yang banyak, Maha Suci Allah, baik waktu pagi dan petang.”
Baca Juga: Semakin Pulih, Ini Potret Terbaru David Ozora Pasca Perawatan di Rumah
Atau bisa juga lafal ini, “Subḫânallâhi wal ḫamdulillâhi wa lâ ilâha illallâhu wallâhu akbar.”
Artinya: “Maha Suci Allah, segala puji bagi Allah, tiada tuhan selain Allah, Allah maha besar.”
Setelah itu, jamaah membaca surat Al-Fatihah dan disunnahkan untuk membaca surat Al-A’la, lalu dilanjut ke ruku’, sujud, duduk di antara dua sujud, dan seterusnya hingga berdiri lagi seperti shalat biasa.
Setelah takbir untuk berdiri rakaat kedua, disunnahkan untuk takbir sebanyak lima kali seperti takbir pada rakaat pertama.
Baca Juga: Nasihat Mbah Moen Ketika Sedang Diterpa Masalah dalam Hidup, Harus Sabar dan Ingat Selalu Hal Ini
Kemudian membaca surat Al-Fatihah dan dianjurkan membaca surat Al-Ghasiyah. Lalu lanjut ke ruku’, sujud, dan seterusnya hingga salam.
Selesai salam, jamaah dianjurkan untuk mendengarkan khutbah Idul Fitri yang disampaikan khatib terlebih dulu, jangan dulu beranjak dari tempat.
Khutbah Idul Fitri biasanya berisi pesan-pesan tentang kebersamaan, toleransi, dan perdamaian.
Salat Idul Fitri merupakan salah satu amalan sunnah yang sangat dianjurkan untuk dilaksanakan pada hari raya Idul Fitri. Selain sebagai bentuk ibadah, shalat ini juga menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi antar sesama muslim.***

Share this article
Salat Idul Fitri, sangat dianjurkan atau sunnah muakkadah menjadi dasar hukum salat ied sejak disyariatkanya pada tahun kedua hijriah.