AYOJAKARTA.COM-- Amalan wanita haid saat malam Lailatul Qadar tetap bisa dilakukan oleh setiap muslimah yang sedang berhalangan atau udzur.
Dimana dalam islam, setiap wanita yang sedang haid tidak diperbolehkan melaksanakan ibadah seperti Shalat, puasa dan membaca Al Quran.
Lantas bagaimana wanita haid bisa melakukan amalan saat malam Lailatul Qadar? apakah masih tetap dapat mendapatkanya?
Perlu diketahui, wanita haid tetap bisa mendapatkan pahala saat Lailatul Qadar, bahkan bisa sangat mudah dilakukan dimana saja.
Seorang wanita yang sedang haid diperbolehkan untuk berdoa ataupun berdzikir disetiap waktu.
Hal itu juga turut dijelaskan oleh Buya Yahya, ia menyebutkan bahwa wanita haid, orang yang sedang sakit dan orang yang ada di perjalanan tetap bisa mendapatkan Lailatul Qadar.
Buya Yahya menjawab permasalahan tersebut dalam video dakwah di kanal YouTube Al-Bahjah TV, wanita haid jangan bersedih di malam Lailatul Qadar.
Buya Yahya menegaskan bahwa ada suatu cara yang bisa dilakukan oleh wanita haid untuk dapat mendapatkan keberkahan dan pahala saat malam Lailatul Qadar.
"Amalan prioritas yang perlu kita utamakan adalah untuk bisa menyambut malam Lailatul Qadar, upayakan untuk bisa beri'tikaf di masjid dan seterusnya. Akan tetapi, jika tidak bisa, amalan seperti menjaga pondok atau beramal sholeh saja sudah mendapatkan pahala," kata Buya Yahya
"Wanita haid ini hendaknya jangan hanya haid itu dijadikan libur untuk mendekatkan diri kepada Allah, haid itu kan hanya urusan sedikit fiqih untuk tidak boleh Shalat gak boleh tawaf, akan tetapi untuk menyambung Allah masih saja diperkenankan," sambungnya.
Buya Yahya mengatakan bahwa kita bisa mendekat kepada Allah dengan cara semampu kita. Pada wanita yang sedang haid hendaknya jangan berpikir bahwa berkah Lailatul Qadar hanya bisa diperoleh jika rajin mengerjakan sholat dan membaca Al Quran.
Baca Juga: Yang Muda Wajib Tahu! Berikut 6 Kalimat Berpamitan dalam Bahasa Jawa Setelah Silaturahmi Lebaran
Selain itu Buya Yahya juga mengatakan untuk jangan menjadikan patokan shalat dan puasa itu adalah amalan satu-satunya, sebab dengan bersholawat saja itu sudah bisa dihitung sebagai pahala.
"Amalan lainnya bisa kamu dapatkan biarpun dalam keadaan haid, bagaimana caranya? menurut Buya Yahya dengan membangunkan orang lain untuk sahur dan shalat subuh maka kamu sudah mendapatkan pahala," kata Buya Yahya.
Adapun jika kamu adalah seorang istri, kamu menyiapkan makan sahur untuk suami dan anak maka itu juga bisa menjadi amalan tersendiri.
Oleh karenanya, wanita haid tidak perlu bersedih tidak bisa beri'tikaf pada saat malam Lailatul Qadar.
"Seorang istri melayani suami menyiapkan kopi dan sebagainya, itu pahala. Jangan mentang-mentang haid, libur semuanya. Masa libur layani suami libur?" tegur Buya Yahya.
Buya Yahya menegaskan wanita haid bisa beramal dengan dzikir dan juga tetap bisa membaca ayat Al Quran tanpa menyentuh kitabnya.
"Memang dirimu tidak bisa melakukan shalat tarawih dan disiang hari pun tidak berpuasa, akan tetapi lisanmu jangan sampai lepas dari bersholawat kepada Rasulullah dan beristighfar," tegas Buya Yahya.
Buya Yahya pun mengingatkan bahwa Allah adalah dzat yang maha mengetahui isi hati dari hambanya.
Sehingga jika tidak ingin tertinggal Lailatul Qadar berniatlah dan beramalah seperti yang telah dianjurkan, niscaya Allah memberikan kamu pahala seperti orang-orang yang sedang beri'tikaf.***

Share this article
Buya Yahya berikan petuah amalan untuk wanita haid di malam lailatul qadar, bisa dilakukan kapanpun dan di manapun