AYOJAKARTA.COM - Momen puasa selama Ramadan telah usai, Hari Raya Idul Fitri telah diperingati, kini kita pun memasuki bulan Syawal.
Buya Yahya menyampaikan pesan bagi umat Islam ketika memasuki bulan Syawal.
Pasalnya Buya Yahya menjelaskan di bulan ini menjadi momen setan untuk berlomba-lomba menggoda umat Islam untuk bermaksiat.
"Disini lah setan juga berlomba-lomba, karena setan sudah mengancam," jelas Buya Yahya dikutip melalui kanal YouTube Al-Bahjah TV.
Setan tidak akan puas dengan umat Islam yang berlomba-lomba untuk beribadah di bulan Ramadan.
Maka setan akan terus menggoda manusia, agar bermaksiat di momen bulan Syawal.
"'Kau baik-baik di bulan Ramadan, akan aku hancurkan di setelah bulan Ramadan', sudah mengintai di sana pintu Syawal," jelas Buya Yahya.
Baca Juga: Mahfud MD Penuhi Janjinya untuk Mendalami Kasus Bima yang Mengkritik Lampung, Begini Tindakannya!
"Karena nangis setan kalau ada hamba Allah beristighfar, ada hamba Allah diampuni," tambahnya.
Allah SWT menjanjikan akan membuka pintu rahmat dan ampunan seluas-luasnya di bulan Ramadan, maka setan akan bersedih ketika hamba Allah mendapatkannya.
"Yang paling bikin sedih setan itu kan pengampunan Allah," kata Buya Yahya.
"Khususnya di bulan Ramadan, karena Allah begitu murah memaafkan di bulan Ramadan," sambungnya.
Sehingga, setan akan memanfaatkan momen bulan Syawal untuk menggoda manusia agar melakukan maksiat.
"Akan tetapi di balik Hari Raya, banyak kejahatan-kejahatan, dosa-dosa yang dilakukan," jelas Buya Yahya.
Terutama momen lebaran menjadi ajang silaturahmi baik ke sanak saudara maupun orang lain.
Maka, Buya Yahya menegaskan kuncinya yakni meskipun menjalin hubungan baik sesama manusia dengan bersilaturahmi, namun tetap taat kepada Allah.
"Mari kita menjalin hubungan baik dengan sesama manusia, tanpa melanggar Allah SWT, ini kuncinya," ungkap Buya Yahya.
"Ada saking semangatnya silaturahim eh ga salat dzuhur," sambungnya.
Misalnya pada momen malam lebaran, atau takbiran, banyak umat yang malah melakukan maksiat, hingga lalai mengerjakan salat.
Maka tidur lebih baik daripada harus berkeliaran dan menimbulkan terjadinya maksiat.
"Diantara salat isya sama salat subuh, tidur itu lebih bagus, daripada kita harus keliaran kemudian melakukan kemaksiatan,"
Pada momen setelah Hari Raya Idul Fitri, banyak orang melakukan ziarah atau banyak aktivitas kesana kemari untuk bersilaturahmi.
Akan tetapi karena sibuk, sehingga menjadi celah setan menggoda agar umat Islam meninggalkan kewajibannya terhadap Allah salah satunya salat.
"Kemudian di saat Lebaran pun banyak yang meninggalkan salat gara-gara ziarah kesana kemarin. Kemudian juga laki-laki dan perempuan, pintu zina dibuka saat itu," kata Buya Yahya.
"Hati-hati waspada, jangan hancurkan Ramadan kita ini dengan melakukan maksiat-maksiat di bulan Syawal," tegasnya.
Dijelaskan oleh Buya Yahya, Ulama mengatakan bahwa Hari Raya sejatinya bagi seseorang yang keimanannya bertambah.
"Ulama, Imam Ali mengatakan, 'Bukan lah Hari Raya bagi yang mengenakan baju baru, akan tetapi Ied adalah barang siapa yang imannya bertambah'," jelas Buya Yahya.
Maka ketika telah membiasakan diri untuk beramal saleh di bulan Ramadan, lebih baik itu ditingkatkan di bulan-bulan berikutnya, termasuk bulan ini, Syawal.
"Jadi belajar di bulan Ramadan untuk beribadah, maka setelah memasuki bulan Syawal, di situlah orang sudah punya kebiasaan baik," ujar Buya Yahya.
"Sehingga tinggal meneruskan, meningkatkan ibadahnya kepada Allah SWT," tambahnya.***

Share this article
Pasalnya Buya Yahya menjelaskan di bulan ini menjadi momen setan untuk berlomba-lomba menggoda umat Islam untuk bermaksiat.