AYOJAKARTA.COM--Mahfud MD yang mengetahui bahwa ada dugaan intimidasi kepada seorang pemuda Lampung bernama Bima usai mengkritik pedas provinsi tersebut, telah mengambil tindakan.
Sebelumnya nama Bima viral karena ia dengan berani menyampaikan kritikannya mengenai Lampung, menurut Mahfud MD apa yang dilakukan Bima merupakan haknya sebagai warga negara.
Namun ketika Mahfud MD mengetahui bahwa ada aparat penegak hukum yang mendatangi rumahnya, ia khawatir itu merupakan bentuk intimidasi. Oleh karena itu Mahfud MD mengatakan bahwa akan mendalami kasus ini.
Dilansir AyoJakarta.com dari kanal YouTube Kompas TV (20/4/2023), sebagai Menko Polhukam, Mahfud MD sudah menerjunkan timnya untuk berkunjung rumah Bima.
Baca Juga: Ayah Bima Sentil Gindha yang Pertanyakan Cara Didik Anaknya: Apa Artinya Orang Sopan tapi Berkorupsi
Datangya tim Menko Polhukam yang berjumlah 5 orang ini bertujuan untuk berdiskusi dengan menanyakan awal mula dari masalah ini.
Tim Mahfud MD juga menjamin keselamatan dari keluarga Bima, di mana Bima sendiri masih berada di Australia untuk menempuh pendidikan.
Investigasi pun akan dilakukan oleh tim Mahfud MD atas dugaan adanya intimidasi kepada keluarga Bima setelah ia mengkritik Lampung.
Menurut dugaan, ada sejumlah pihak yang mendatangi orang tua Bima dengan menakut-nakuti hingga meminta nomor rekening, akta lahir, ijazah dan lain sebagainya.
Mendengar hal tersebut Mahfud MD menyampaikan bahwa Bima merupakan subjek hukum yang tidak ada hubungannya dengan kedua orang tuanya.
Baca Juga: Laporkan Bima Usai Kritik Lampung, Gubernur Lampung Diketawain Susno Duadji: Ini Sungguh Memalukan
Jadi Mahfud MD memperingatkan kepada semua pihak untuk tidak mengancam maupun mengusik kedua orang tua Bima.
“Orang tua Bima itu saya menghimbau kepada siapapun untuk tidak mengintimidasi karena ini tidak ada hubungannya dengan Bima. Bisa itu adalah subjek hukum yang bertanggung jawab sendiri,” kata Mahfud MD.
Akibat kritikan pedas yang Bima lontarkan mengenai kampung halamannya, Mahfud MD menyampaikan bahwa ada 3 alternatif yang mungkin akan didapatkan oleh Bima yaitu dihukum, dimaafkan atau bebas karena tidak terbukti bersalah.
Baca Juga: MANTAP! Tim Menko Polhukam Temui Keluarga Bima di Lampung, Mahfud MD: Orang Tuanya Jangan Diancam!
Melihat bahwa Gubernur Lampung telah melakukan langkah hukum untuk Bima, Direktur Jenderal HAM Dhahana Putra mengingatkan Gubernur Lampung, Arinal Djunaidi agar supaya mempertimbangkan kembali langkahnya mengingat menyampaikan pendapat dan kritik merupakan hak dari setiap orang.
“Kami harap Pak Gubernur Lampung dapat mempertimbangkan kembali langkah hukum yang telah diambil dalam menyikapi Mas Bima,” kata Dhahana Putra.***

Share this article
Tim Mahfud MD juga menjamin keselamatan dari keluarga Bima, di mana Bima sendiri masih berada di Australia untuk menempuh pendidikan.