AYOJAKARTA.COM – Setiap datang hari raya Idul Adha, umat muslim diajarkan untuk menghindari sikap tamak dengan cara menyembelih hewan kurban.
Selain sapi dan unta, hewan lain yang pantas dijadikan sebagai kurban saat Idul Adha adalah kambing atau domba.
Guna penyempurna ibadah dalam rangka Idul Adha, sembelihan yang akan dijadikan sebagai hewan kurban harus memenuhi persyaratan.
Syarat yang menjadi kesepakatan para ulama antara lain telah memenuhi umur, kondisi fisiknya sehat dan tanpa cacat, serta dilandasai niat yang bersih dari riya.
Baca Juga: Apakah Kurban Idul Adha Itu Wajib Dilaksanakan Umat Muslim? Simak Penjelasannya di SINI!
Kambing yang sah untuk dijadikan sebagai hewan kurban adalah yang telah berusia 1 tahun, sedangkan domba berusia minimal 6 bulan.
Untuk mengetahui kondisi fisik kambing yang telah memenuhi syarat usia bisa diketahui dari struktur pergantian gigi kambing atau biasa disebut poel.
Kambing yang utama untuk dijadikan sebagai kurban adalah kambing yang kualitas dagingnya baik serta banyak bermanfaat bagi penerima.
Dalam sebuah kajian terkait dengan syarat hewan kurban, Ustaz Adi Hidayat (UAH) pernah memberikan sejumlah peringatan.
Baca Juga: Jelang Idul Adha: Lebih Baik Puasa Arafah atau Puasa Bayar Hutang Dulu?
“Yang dikurbankan ini ada hukum, ada empat cacat yang ditolerir dan tidak boleh sama sekali,” ujar UAH, dikutip dari video ceramahnya yang diunggah di kanal YouTube Audio Dakwah, Senin, 12 Juni 2023.
Lebih lanjut UAH menyebut salah satu hewan yang dilarang sama sekali untuk dikurbankan adalah yang memiliki buta permanen.
“Hati-hati ya, yang kedua kakinya pincang permanen, cacat di bagian kaki,” tambah Ustaz Adi Hidayat tentang syarat hewan kurban.
Makna tertinggi dari berkurban bukanlah perkara menjadi terlihat luar biasa di mata manusia, melainkan memberikan yang terbaik kepada Allah SWT.
Baca Juga: Bosen Menu Idul Adha Itu-Itu Aja? Cobain Resep Pindang Asam Iga Sapi Berikut Ini, Nasi Auto Ludes!
Hal yang sama mengenai hakikat kurban pernah terjadi dalam sejarah umat manusia, dimana anak-anak Nabi Adam AS diminta berkurban.
“Satu diterima dan yang satunya tidak, kenapa tidak diterima karena membawa sesuatu yang busuk dengan dalih Tuhan tidak membutuhkan makan,” terang UAH.
Syarat ketiga yang perlu dijadikan sebelum berkurban adalah dengan memberikan hewan yang dagingnya sedikit atau kurus.
Adapun syarat keempat yang masih dapat ditolerir namun masih menjadi perbedaan adalah adanya adanya cacat di bagian tanduk atau kulitnya.
Baca Juga: Viral Resep Rendang Mama Fuji yang Empuk dan Gurih, Bisa Dicoba Saat Hari Raya Idul Adha!
Karena itu, Ustaz Adi Hidayat mengingatkan kepada para jamaah untuk lebih berhati-hati dalam memilih dan menjaga hewan kurban.
“Hati-hati, tidak sadar saling seruduk sampai begitu mau disembelih lecet, luka dan sebagainya, karena itu jaga betul seperti merawat berlian atau mahar,” jelasnya.***

Share this article
Dalam sebuah kajian terkait dengan syarat hewan kurban Idul Adha, Ustaz Adi Hidayat (UAH) pernah memberikan sejumlah peringatan.