AYOJAKARTA.COM - Resmi menjadi sebuah negara sejak 17 Agustus 1945, kelahiran nama Indonesia merupakan hasil perjalanan panjang.
Untuk ukuran sebuah bangsa, usia negara Indonesia yang kini memasuki tahun ke 78 memang tergolong masih sangat muda, tetapi tidak dengan sejarah di baliknya.
Sudah berabad-abad lamanya, wilayah yang kini dikenal dengan nama negara Indonesia telah berulang kali berganti sebutan atau nama.
Berikut ini merupakan sebutan-sebutan yang diberikan untuk wilayah kepulauan di nusantara sebelum dikenal sebagai Indonesia.
Baca Juga: Contoh Susunan Panitia HUT RI, Bisa Digunakan untuk Sekolah, Kantor, dan Juga Tingkat Desa
Berdasarkan catatan kuno Bangsa India, pada tahun 78 Masehi nama Indonesia dikenal dengan sebutan Dwipantara.
Istilah Dwipantara merupakan penggabungan dari kata Dwipa yang berarti pulau serta Antara yang berarti luas atau seberang, kepulauan tanah seberang.
Istilah kedua yang mengacu pada nama lain Indonesia di masa pra kemerdekaan adalah Nusantara yang tercatat tahun 1336.
Setelah berabad-abad lamanya dikenal sebagai salah satu pusat kerajaan Hindu, nama Nusantara dikenal karena rempah-rempah.
Setelah Dwipantara sempat terpecah-belah, kehadiran Mahapatih Gajah Mada dengan Sumpah Palapa berhasil mempersatukan kembali wilayah Nusantara.
Pada tahun 1497, istilah Nusantara mulai berubah dengan mulai diperkenalkannya nama Hindia oleh Vasco Da Gama.
Penjelajah asal Portugis tersebut menyebut Nusantara sebagai Hindia karena letaknya yang berdekatan dengan Samudera Hindia.
Pada tahun 1596, wilayah Hindia yang sangat terkenal karena hasil sumber daya alamnya kembali berganti nama dengan sebutan baru yakni Hindia Belanda.
Penyebutan tersebut dilakukan setelah Cornelis De Houtman berhasil melakukan monopoli perdagangan di sejumlah wilayah Nusantara.
Pemberian nama Belanda pada wilayah Hindia sekaligus bermakna penekanan bahwa Hindia merupakan wilayah kekuasaan Belanda.
Saat menguasai Nusantara, pada tahun 1860 seorang penulisnya yang bernama Edward Douwes Dekker menawarkan Insulinde sebagai nama baru.
Alasan Edward Douwes Dekkee mengusulkan pergantian nama dari Hindia Belanda menjadi Insulinde yang berarti Kepulauan, karena ia jijik dengan ulah orang Belanda yang kejam.
Saat memonopoli perdagangan, para pendatang Belanda kerap memperlakukan rakyat dengan perlakuan buruk sehingga membuat Edward Douwes Dekker malu.
Nama tahun 1869 nama Hindia Belanda atau Insulinde mulai diperkenalkan oleh penjelajah asal Inggris Alfred Russel Wallace dengan sebutan Kepulauan Melayu.
Kepulauan Melayu atau Malay Archipelago pada tahun 1942 kemudian berganti nama kembali menjadi To-Indo.
Baca Juga: Contoh Daftar Tema 17 Agustus yang Kreatif dan Unik: 'Indonesia, Negeri Penuh Cerita'
Sejak Jepang datang, wilayah Kepulauan Melayu berubah sebutan dengan To Indo yang berarti Hindia Timur sampai dengan tahun 1945.
Setelah proklamasi kemerdekaan, To Indo kembali menggunakan istilah yang pernah diperkenalkan oleh James Richardson serta George Samuel pada tahun 1850.
Demikian seperti dirangkum Ayojakarta pada Selasa, 25 Juli 2023 dari kanal YouTube Angka & Data Channel.***

Share this article
Berikut ini deretan nama yang pernah dipakai sebelum berganti menjadi Indonesia, apa saja? Simak selengkapnya!