AYOJAKARTA.COM - KH Maimoen Zubair atau Mbah Maimoen merupakan ulama kharismatik asal Rembang.
Pengasuh Ponpes Al Anwar Sarang itu merupakan keturunan ke 37 dari Nabi Muhammad SAW.
Selain itu, dari jalur kakek, silsilah Mbah Maimoen juga sampai kepada salah satu wali nusantara, Sunan Giri.
Mbah Moen juga dipercaya masyarakat Indonesia mempunyai Karomah sebagai Wali Allah.
Mbah Moen memaparkan amalan Rebo Wekasan yang berhubungan dengan bulan Safar.
Pada hari Rabu terakhir bulan Safar 1444 H disebut juga dengan Rebo Wekasan yang penuh bala dan bencana.
Baca Juga: Kabar Baik! BSU 2022 Cair, Ditransfer ke Karyawan Hari Jumat Besok, Segera Cek di Sini!
Karena itulah Mbah Moen membeberkan amalan Rebo Wekasan untuk mengangkat bala dan bahaya.
Lantas apakah amalan Rebo Wekasan yang dimaksud? Simak penjelasan lengkapnya dalam artikel ini.
Per tanggal 29 Agustus 2022, menurut penanggalan Islam kita mencapai bulan Safar.
Bulan Safar adalah bulan kedua dalam kalender Hijriah, tepatnya setelah bulan Muharram.
Sejak hari Senin 29 Agustus, umat muslim menandai sudah masuk ke bulan Safar 1444 H.
Kerap Disebut kalau bulan Safar ini penuh dengan kesialan serta bala dan bencana dari Allah SWT.
Secara historis, bulan Safar merupakan waktu di mana penghuni Mekkah mulai merantau meninggalkan kotanya.
KH Maimoen Zubair yang akrab disapa Mbah Moen menerangkan amalan tolak bala pada bulan Safar 1444 H.
Guru kesayangan Gus Baha tersebut memaparkan amalan yang bisa kita terapkan pada hari Rabu terakhir bulan Safar atau Rebo Wekasan.
Baca Juga: SUDAH CAIR? Berikut Daftar Penerima BLT BBM 2022 Rp 600 Ribu, Cek Namamu di Sini
Hari Rebo Wekasan adalah istilah untuk menyebut hari Rabu terakhir bulan Safar yang diyakini sebagai turunnya mara bahaya.
Karena itulah ulama kharismatik, Mbah Moen, membeberkan ijazah amalan untuk Rebo Wekasan.
“Menurut ulama ahli kasyaf, pada hari Rebo Wekasan merupakan waktu untuk turunnya timpukan bala,” terang Mbah Moen.
Hal tersebut sebagaimana dinukil portalsulut.com dari Youtube Santri Kalong yang diakses 7 September 2022.
Nah, amalan yang dianjurkan Mbah Moen sebagai tolak bala adalah sebagai berikut:
- Mendirikan sholat 4 rakaat
- Rakaat pertama baca Al-Kautsar 17 kali
- Rakaat kedua membaca surah Al-Ikhlas 5 kali
- Rakaat ketiga baca surah Al-Falaq satu kali
- Rakaat keempat baca An-Naas sekali
Alasan membaca surah Al-Kautsar adalah makna penting dan utama yang terkandung di dalam surah tersebut.
Sebab di ayat pertama surah Al-Kautsar menerangkan kenikmatan yang Allah karuniakan, lalu dirikan sholat serta turuti perintah untuk berkurban.
Di sisi lain ayat terakhir dari surah Al-Kautsar memaparkan keutamaan mengenai musuh yang bakal musnah.
“Jadi kalau kamu mau membaca 17 kali, maka kamu enak, musuhmu tumpas,” papar Mbah Moen.
“Setelah itu baca surah Al-Ikhlas 5 kali,” imbuh Mbah Moen, menerangkan keistimewaan dan keutamaan surah Al-Ikhlas atau Qulhu.
Surah Al-Ikhlas juga memaparkan tentang keesaan Allah dan pentingnya untuk menggantungkan hidup hanya untuk Allah.
Artikel ini telah tayang di Portal Sulut dengan judul 'Ijazah Amalan Rebo Wekasan Langsung dari Mbah Moen: Tangkis Bala dan Musibah di Bulan Safar'
“Maka arahnya tertuju kepada Allah semua. Ketika sudah dekat dengan Allah, jadi enak,” papar kyai kharismatik dari Jawa Tengah tersebut.
Di samping itu Al-Falaq dan An-Naas sebagai tolak bala yang datang mengepung dari pelbagai penjuru.
Baca Juga: 5 Kebiasaan yang Kata Mbah Moen Bikin Rezeki Mengalir Deras, Mudah Dipraktekan Sehari-hari
Sejarah Rebo Wekasan
Rebo Wekasan adalah hari Rabu terakhir yang ada di bulan Safar dalam kalender Hijriah.
Di samping itu bulan Safar pun berakar dari bahasa Arab yang asal katanya adalah ashfar yaitu kuning.
Kata orang-orang Arab, maknanya adalah tatkala warna kuning maka berarti pucat.
“Kalau pucat berarti kosong, makanya menurut orang Arab, kata sifrun itu kosong. Jadi seakan-akan bulan Safar itu bulan kosong,” papar Mbah Moen.
Baca Juga: Lihat Video Bejat Putri Candrawati dan Kuat Maruf, Ferdy Sambo Nangis? Ini yang Sebenarnya Terjadi
Terdapat suatu riwayat yang memaparkan Allah menciptakan bumi serta seisinya pada bulan Safar.
“Maka ketika ingat kejadian, kembalikan kepada Allah, Insya Allah selamat dari mara bahaya,” pungkas Mbah Moen.
Demikianlah penjelasan lengkap Mbah Moen mengenai amalan Rebo Wekasan bulan Safar untuk menangkal bala dan mara bahaya.
Wallahualam.*** (Triwardana Mokoagow/ Portal Sulut)

Share this article
Guru kesayangan Gus Baha tersebut memaparkan amalan yang bisa kita terapkan pada hari Rabu terakhir bulan Safar atau Rebo Wekasan.