AYOJAKARTA.COM -- KH Maimun Zubair atau biasa dikenal dengan sebutan Mbah Moen merupakan seorang Kyai tersohor yang lahir di Sarang Rembang, 28 Oktober 1928.
Sejak kecil Mbah Moen sudah dibekali ilmu-ilmu agama oleh orangtuanya mulai dari ilmu fiqh, nahwu, shorof, dan ilmu keagamaislaman lainnya. Ayahnya, Zubair juga merupakan seorang ulama murid dari ulama tersohor pada masanya.
Beranjak besar, di usia remaja Mbah Moen sudah banyak menghafal kita-kitab Jurumiyah, Imrithi, Alfiyyah, Matan Jauharotut Tauhid, Sullamul Munauroq hingga Robiyyah fil Faroidh.
Baca Juga: Identitas Bjorka Terungkap? Ini Pengakuan dari Muhammad Agung Hidayatullah!
Di usianya yang ke-21 Mbah Moen merantau ke Tanah Suci untuk mengenyam pendidikan Islam lebih dalam lagi selama kurang lebih dua tahun di sana.
Karyanya semasa hidup dan mengenyam ilmu Islam ialah berupa kitab-kitab tulisannya dari Tarajim Masyayikh Sarang, Maslak at-Tanassuk al-Makki, Ta’liqat ‘ala Jauharatit Tauhid, dan Ta’liqat ‘ala Bad’i al-Amali.
Selain seorang Kyai, Mbah Moen juga merupakan seorang politikus Indonesia yang memiliki Pondok Pesantren di daerah kelahirannya, Rembang.
Baca Juga: Apa Itu Rebo Wekasan dan Kapan? Ini Penjelasan dari Mbah Moen Lengkap dengan 5 Amalan Tangkal Bala
Mbah Moen pernah menjadi anggota DPRD Kabupaten Rembang di tahun 1970 sampai tujuh tahun lamanya dan anggota MPR RI utusan Jawa Tengah selama tiga periode.
Mbah Moen merupakan contoh sosok ulama yang mencintai negaranya sendiri. Pengaruh besarnya terlihat ketika Mbah Moen menjabat sebagai Ketua Dewan Syuro PPP dan ketika di Majelis Tinggi (A’la) PPP periode 2016−2021.
Pengaruh besarnya terlihat setiap masa pemilu. Sosok Mbah Moen selalu dianggap banyak orang memiliki peran besar dalam dunia politik Indonesia yang setiap pemilu sering disowani tokoh-tokoh politik. Pada Pilpres 2019 lalu bahkan menjadi perebutan oleh calon Presiden saat itu.
Sosoknya di dunia politik bukan hanya untuk mencari kekuasaan dan wewenang atas jabatannya. Mbah Moen. Semasa menjabat di dunia politik Indonesia, Mbah Moen tidak pernah menikmati gajinya. Mbah Moen beristiqomah menghindari harta yang syubhat.
Ketika orang-orang meminta nasihat dan minta didoakan oleh Mbah Moen, Mbah Moen tidak pernah membeda-bedakan tamunya yang mendatangi kediamannya. Dari kalangan masyarakat biasa hingga politikus dijamu di ruang yang sama.
Kecintaan Mbah Moen terhadap Indonesia Mbah Moen tanamkan dengan menyampaikan kepada santri dan umat Islam agar mengamalkan Pancasila, Bhineka Tunggal Ika, NKRI, dan UUD 1945. 4 pilar ini Mbah Moen menyingkatnya dengan PBNU.*** (Izza Salsabila)

Share this article
KH Maimun Zubair atau biasa dikenal dengan sebutan Mbah Moen merupakan seorang Kyai tersohor. Ada kaitannya dengan NKRI.