AYOJAKARTA.COM - Siapa sangka dibalik lafadz Allah terdapat sebuah makna yang luar biasa.
Keistimewaan dan makna yang terkandung dalam lafadz Allah tersebut juga pernah disampaikan oleh Kyai Maimoen Zubair semasa hidupnya.
Kyai Maimoen Zubair atau yang kerap disapa Mbah Moen tersebut menuturkan jika lafadz Allah bukan hanya sekedar huruf saja.
Baca Juga: Nasehat Mbah Moen agar Bahagia Dunia dan Akhirat: Cukup Minta 4 Hal Ini kepada Allah SWT, Apa Saja?
Namun ada sebuah makna luar biasa yang tentunya wajib diketahui oleh umat muslim.
Dikutip AyoJakarta.com dari kanal Youtube Emha Faqih Channel pada (12/2/2020), Mbah Moen mengatakan jika tidak ada nama selain Allah.
“Sekarang kamu angan-angan lafadz Allah itu hurufnya alif, lam, lam, ha iya atau tidak?” tanya Mbah Moen.
Baca Juga: Banyak Utang dan Rezeki Seret? Coba Lakukan Amalan Mbah Moen Ini Setelah Salat Fardu dan Subuh!
“Sekarang tidak ada yang sama dengan Allah, nama selain Allah juga tidak ada, cuma hanya satu yaitu Allah,” imbuh beliau.
Mbah Moen kemudian menjelaskan, makna yang terdapat dalam huruf-huruf yang membentuk lafadz Allah seperti berikut.
“Lha kalau lafadz Allah dibuang hurufnya dari depan, bertambah dekat kepada Allah. Lafadz Allah itu hurufnya alif, lam, lam, ha,” ungkap Mbah Moen.
Baca Juga: Mbah Moen Bongkar 3 Golongan Manusia Ini Mengancam Dunia, Siapa Saja Mereka?
“Ini kamu tidak akan bisa dekat kepada Allah kalau tidak kamu buang huruf “alif”nya, ya,” ujar Mbah Moen.
Selanjutnya Mbah Moen mengungkapkan korelasi lafadz Allah dengan amalan agar bisa masuk surga.
“Sekarang kalau kamu buang huruf alifnya, itu dibaca lillah (karena Allah). Jadi bagaimanapun orang itu bisa masuk surga, kalau beramal ada lillahi ta'ala,” tutur Kyai kenamaan asal Rembang tersebut.
Kemudian makna lain yang tersimpan dalam lafadz Allah, diungkapkan oleh Mbah Moen sebagai berikut.
“Kalau huruf alifnya hilang menjadi lillah jadi tambah dekat kepada Allah. Lillah kalau dihilangkan huruf lamnya menjadi “lahu” maknanya hanya kepada Allah,” jelas Mbah Moen.
Beliau juga menambahkan, “Istilah orang ngaji itu yang ada hanya Allah semata, selain itu tidak ada.”
Mbah Moen juga menegaskan bahwa jika seseorang sudah mengetahui Allah dengan sesungguhnya maka sudah tidak akan tahu hal lain kecuali Allah.
“Orang itu kalau sudah tahu Allah, maka tidak akan tahu kecuali hanya kepada Allah,” ujar Mbah Moen.
“Lahu kok dihilangkan lamnya tinggal hu, oleh karena itu huruf hu tinggal Allah saja. Oleh karena itu dzikirnya orang yang sudah menjadi wali Allah bukan lafadz Allah Allah tapi hu, hu, hu,” jelas Mbah Moen.
Baca Juga: Nasehat Mbah Moen, Ini Amalan Penarik Rezeki yang Penting untuk Diamalkan
Terakhir Mbah Moen menerangkan jika seseorang sudah sangat mengetahui Allah, maka lafadz Allah hanya akan dibaca ‘hu’ saja, yang ternyata memiliki makna berikut.
“Jadi seluruh dunia ini ada asma (nama) yang menunjukkan kalau dihilangkan huruf mulai awal, bertambah dekat kepada Allah,” jelas Mbah Moen.
“Hu, hu, hu dibaca menggunakan lisan, huruf hu dihilangkan masuk ke dalam hati, namanya dzikir sirri. Kalau hu,hu,hu dengan lisan namanya masih dzikir juhri. Jadi dzikir kepada Allah ada dzikir sirri dan ada dzikir jahri. Hanya lafadz Allah saja, selain Allah pasti berubah,” tegas Mbah Moen.***

Share this article
Luar biasa, bukan sekadar huruf, kata Mbah Moen makna dibalik lafadz Allah sungguh dahsyat karena membuat kita lebih dekat dengan-Nya.