AYOJAKARTA.COM - Motif kematian satu keluarga di Kalideres, Jakarta Barat yang diduga menganut sekte tertentu masih terus diselidiki.
Hingga akhirnya, Polda Metro Jaya mengungkapkan temuan baru yakni adanya kain yang memperkuat dugaan anggota keluarga Kalideres melakukan ritual.
Netizen di media sosial sempat menduga-duga kematian tersebut bukan karena kelaparan tetapi menganut salah satu kepercayaan atau sekte tertentu.
Baca Juga: Kumpulan Quotes Bijak dari Mbah Moen yang Menyentil, Hidup Berkah dan Dimudahkan
Terungkap beberapa kejanggalan diantaranya seperti keempat anggota keluarga ini tewas tidak dalam waktu yang bersamaan dan dalam kondisi lambung tidak terisi makanan atau minuman dalam waktu lama.
Selain itu ditemukan barang bukti berupa sejumlah bedak bayi kapur barus dan lilin lalu kain bertuliskan mantra juga kemenyan yang memperkuat teori bahwa keluarga Kalideres menganut sekte tertentu.
Kombes Hengki Haryadi selaku Direktorat Reserse Kriminal Umum (Ditreskrimum) Polda Metro Jaya mengungkapkan dari hasil pemeriksaan korban Budianto punya kecenderungan yang dominan dan mempunyai sikap terhadap ritual tertentu.
"Salah satu dari pada anggota keluarga ini, yaitu atas nama Budianto ini cenderung dominan dan memiliki sikap yang positif terhadap ritual-ritual tertentu," kata Hengki.
Polisi menemukan dugaan ada mantra yang dituliskan kemudian mensyaratkan beberapa barang ritual tersebut ada di rumah Kalideres.
"Kemudian juga kami temukan fakta bahwa di tempat kejadian peristiwa (TKP) adanya dugaan mantra-mantra, kemudian ada kemenyan," ungkap Hengki.
"Kemudian termasuk tulisan-tulisan yang mensyaratkan adanya barang-barang tertentu dalam ritual-ritual ini," ujar Hengki.
Dikutip dari kanal YouTube Nessie Judge, beredar di Twitter bahwa ada dugaan keluarga tewas di Kalideres ini menganut suatu sekte yang sedang berkembang di India bernama Jaina.
Kepercayaan pengikut Jainisme ini memiliki ketentuan puasa yang ekstrem yaitu Puasa Sallekhana atau Samadi Marana yakni puasa tanpa makan dan minum hingga kematian menjemput.
Menurut kepercayaan umat Jaina, mereka menjalani puasa hingga mati untuk mencapai tingkat tertinggi dalam kehidupan keagamaan mereka.
Teori ini muncul karena diketahui keluarga yang tewas mengenaskan di Kalideres itu tidak mengkonsumsi makanan dan minuman dalam waktu yang cukup lama.***

Share this article
Pihak kepolisian Polda Metro Jaya terus mendalami motif kematian keluarga di Kalideres. Ditemukan kain bertuliskan mantra