AYOJAKARTA.COM - Sebagai penyidik senior di Bareskrim Polri, Komjen Pol Agus Andrianto mengaku punya naluri untuk mengungkap hubungan Putri Candrawathi dan Brigadir J.
Motif pembunuhan berencana Brigadir J masih belum terungkap secara resmi. Hal ini menimbulkan beragam spekulasi di luar.
Ada yang menduga-duga sehingga peristiwa-peristiwa yang melibatkan istri Ferdy Sambo dengan para ajudannya di Magelang menjadi pembohong ke mana-mana.
Namun, belakangan isu pembohong itu langsung dibongkar Kabareskrim Polri Komjen Pol. Agus Andrianto, bahwa dugaan perselingkuhan antara majikan dan pembantu itu tidak terbukti.
Jenderal bintang tiga itu memastikan keterangan ini bukan opini. Pasalnya, penyidik sudah mengantongi bukti-bukti yang bersumber dari keterangan saksi dan para tersangka.
Dia menyebut Kuat Maruf tidak terbukti berselingkuh dengan Putri Candrawathi karena yang bersangkutan baru bekerja lagi bersama keluarga Ferdy sambo.
“Karena Kuat Maruf baru masuk (kerja) setelah hampir dua tahun (berhenti) karena pandemi Covid-19. Kuat Maruf kena Covid hal itu terkonfirmasi dan saksi-saksi yang lainnya,” kata Agus dalam keterangannya di Jakarta, Senin.
Adapun tentang rekonstruksi yang dikait-kaitkan dengan isu perselingkuhan, Agus menjelaskan pada saat kejadian tersebut ada saksi lain yang berada di lokasi, yakni Susi, ART keluarga Ferdy Sambo.
Artikel ini telah tayang di Pikiran Rakyat dengan judul 'Jenderal Bintang 3 Bongkar Skandal Perselingkuhan Putri Candrawathi dan Kuat Maruf, ART Susi Jadi Saksi Kunci'
Pada saat itu, sambungnya, Susi ada di tangga dekat kamar dan Kuat Maruf berada di bawah sedang merokok melihat Brigadir J mengendap-endap keluar dari kamar Putri Candrawathi.
Sebelumnya, kata Agus, Susi juga mendengar adanya suara tangisan, merintih, atau ekspresi lainnya yang bersumber dari suara Putri Candrawathi.
Adapun keberadaan Kuat Maruf di kamar Putri Candrawathi itu karena ingin memastikan kondisinya.
“Hal ini terkomunikasi antara S (Susi) dan KM (Kuat). KM ada di kamar untuk memastikan kondisi PC (Putri) yang ada di kamar terduduk di depan kamar mandi dikuatkan dengan keterangan S,” tutur Agus.
Peristiwa di Magelang disebut menjadi awal dari penyebab pembunuhan Brigadir J yang dilakukan Ferdy Sambo dengan memerintahkan Bharada E untuk menembaknya di rumah dinas Duren Tiga, Jakarta.*** (Yudianto Nugraha/ Pikiran Rakyat)

Share this article
Jenderal bintang tiga itu memastikan keterangan ini bukan sekadar opini. Pasalnya, penyidik sudah mengantongi bukti-bukti yang bersumber dar