AYOJAKARTA.COM— Banyak orang menunggu datangnya Malam Satu Suro ini. Pasalnya bagi masyarakat Jawa dan para pemeluk agama Islam sangat istimewa.
Namun demikian, banyak yang menunda sejumlah kegiatan atau rencananya mulai malam Satu Suro nanti, semata-mata demi menghormati bulan Suro itu sendiri, serta sejumlah pantangan yang turun temurun berlaku.
Baca Juga: 3 Larangan Malam 1 Suro Menurut Kepercayaan Adat Jawa, Simak Baik-baik Ya
Bagi masyarakat Jawa Malam 1 Suro berbeda dari malam-malam lainnya. Tahun ini, Malam satu Suro bertepatan dengan 1 Muharram 1444 H. Bulan Suro dalam Kalender Jawa dan Muharam dalam Kalender Hijriyah merupakan penanda awal tahun baru penanggalan.
Lantas, apa itu Malam Satu Suro? .
Mengutip Suara.com, Rabu 27 Juli 2022, Malam 1 Suro merupakan malam tahun baru dalam Kalender Jawa yang menjadi hari pertama dalam bulan Suro. Berdasarkan kepercayaan masyarakat Jawa tradisional, malam 1 Suro merupakan malam keramat, terlebih jika jatuh pada hari Jumat.
Di tahun 2022 ini, malam 1 Suro jatuh pada tanggal 29 Juli 2022, dimulai dari ba’da maghrib.
Lantas, kapan 1 Muharram 1444 Hijriyah jatuh di tahun 2022 ini? 1 Muharram 1444 Hijriyah jatuh pada tanggal 30 Juli 2022.
Dalam kepercayaan masyarakat Jawa tradisional, malam 1 Suro merupakan malam yang keramat dan memiliki sejumlah pantangan. Tidak hanya itu, pada malam 1 Suro tersebut, kerap kali digelar rentetan ritual dan tradisi yang sakral.
Masyarakat Jawa percaya bahwa malam 1 Suro ini merupakan waktu para lelembut atau setan, jin, genderuwo, kuntilanak, dan sejenisnya akan muncul ke dimensi manusia.
Hal tersebutlah yang membuat masyarakat Jawa percaya terdapat pantangan atau hal-hal terlarang maupun tabu yang jika dilanggar akan celaka.
Baca Juga: Lebih Horor, Ini Jadwal Tayang Pengabdi Setan 2 di Bioskop. Bakal Ditemani Sosok Ibu!
Maka, ketika hendak melakukan sesuatu atau membuat sebuah keputusan mendekati Malam Satu Suro perlu mengetahui pantangan-pantangan ataupun larangan berikut ini. Tentunya dengan harapan dapat hidup aman, tentram dan selamat.
Berikut pantangan masyarakat Jawa tradisional pada malam 1 Suro yang masih melekat hingga saat ini.
- Ora Ilok Metu seko Omah (Dilarang ke luar rumah)
Di malam yang keramat ini, masyarakat yang ada di tanah Jawa dilarang untuk keluar rumah. Lebih baik berdiam diri saja di rumah, sebab seluruh energi negatif bergentayangan dan berpotensi mencelakai manusia.
Sehingga bagi pemilik weton Sabtu Pahing, Selasa Pon, dan Minggu Legi diharuskan tetap di rumah,karena bila nekat keluar akan mengalami kesialan.
- Ora Ilok Misuh (Dilarang mengucapkan Keburukan)
Mengucap keburukan akan berbalik ke pada dirinya sendiri, sehingga masyarakat Jawa tradisional juga dilarang untuk mengumpat dan mengucap keburukan.
Baca Juga: Film Malam Satu Suro Suzanna, Balas Dendam Sundel Bolong untuk Orang Terkasih, Klik Di Sini!
- Ora Ilok Membangun, Renovasi, dan Pindah Rumah (Jangan bangun, renovasi atau pindah rumah)
Masyarakat Jawa juga memiliki kepercayaan di malam ini masyarakat tidak diperbolehkan untuk membangun, merenovasi, atau pindah rumah.
Lebih jelasnya, masyarakat Jawa memiliki pantangan untuk tidak mengubah bentuk rumah, meninggalkan tempat tinggal, dan menempati kediaman baru di malam tersebut.
- Ora Ilok Kawin ( Dilarang Menikah)
Pantangan lain yang tidak diperbolehkan pada malam 1 Suro yaitu dilarang untuk melangsungkan pernikahan, baik ijab kabul maupun pesta resepsi. Masyarakat Jawa tradisional percaya, menggelar kegiatan pesta perkawinan dianggap tidak menghormati hari keramat.
Demikian arti malam Satu Suro yang dianggap keramat dan 4 pantangan yang masih dipegang teguh Masyarakat Jawa untuk tidak dilakukan. Semoga bermanfaat !

Share this article
Dalam kepercayaan masyarakat Jawa tradisional, malam 1 Suro merupakan malam yang keramat dan memiliki sejumlah pantangan