AYOJAKARTA.COM--Berikut 3 larangan Malam 1 Suro menurut kepercayaan adat Jawa.
Malam 1 Suro memang identik dengan beberapa kejadian dan tradisi menurut adat Jawa.
Malam 1 Suro pun terdapat berbagai larangan hingga mitos yang berkembang di masyarakat adat Jawa.
Salah satu larangan Malam 1 Suro itu adalah tentang larangan menggelar pernikahan. Banyak orang memilih untuk tidak mengabaikan.
Baca Juga: Ketahui 1 Muharram dan Keistimewannya, Lekat Peristiwa Bersejarah Islam!
Selain itu, ada 3 larangan Malam 1 Suro lainnya yang perlu anda ketahui.
1. Larangan Keluar Rumah
Dalam kepercayaan adat Jawa salah satu pantangan yang harus dilakukan saat Malam 1 Suro adalah untuk tetap di rumah atau tidak boleh keluar rumah.
Karena saat pergantian malam yang terjadi dalam kepercayaan Jawa dipercaya bahwa banyak sekali makhluk-makhluk gaib yang berkeliaran di bumi.
Oleh karena itu masyarakat Jawa percaya salah satu cara untuk menghindari hal yang tidak diinginkan adalah dengan cara tetap berada di dalam rumah selama Malam 1 Suro.
Baca Juga: Link Nonton Film Malam Satu Suro Suzanna, Cinta Beda Alam
2. Larangan Menggelar Pernikahan
Mitos yang kedua adalah dilarang untuk melakukan pernikahan pada Malam 1 Suro. Meskipun hal ini masih dianggap mitos belaka namun tidak sedikit orang yang mempercayai hal ini.
Konon katanya ketika menggelar pernikahan pada Malam 1 Suro konon akan tertimpa sial.
3. Larangan Melakukan Pindah Rumah
Masyarakat Jawa juga mempercayai melakukan pindah rumah ketika Malam 1 Suro adalah hal yang pamali untuk dilakukan.
Umumnya untuk melakukan hal-hal tertentu akan melihat pertimbangan berdasarkan kalender primbon.
Baca Juga: Sinopsis Film Horror Ivanna, Cerita Berdasarkan Kisah Nyata Tentang Seorang Noni Belanda
Meskipun 1 Suro identik dengan mitos, larangan hingga hal-hal berbau mistis, sejarah mengatakan bahwa tradisi dan ritual yang dilakukan saat momen itu tidak lepas dari pengaruh Islam.
Misalnya, soal penamaan 1 Suro itu sendiri. Menurut buku berjudul Misteri Bulan Suro: Perspektif Islam Jawa (2010) karya Muhammad Solikhin, kata “Suro” sendiri berasal dari bahasa Arab “Asyura” yang artinya sepuluh.
Padahal dalam penanggalan Islam, Asyura adalah hari ke sepuluh pada bulan Muharram. 1 Suro merupakan sebuah proses penggabungan agama Islam dengan adat budaya Jawa semasa Kerajaan Mataram oleh Sultan Agung Adi Prabu Hanyakrakusuma.
Masyarakat Jawa mempercayai bahwa ada beberapa pantangan dan mitos malam 1 Suro. Menurut Muhammad Solikhin, penyebab bulan Suro di masyarakat Jawa dianggap sakral dan mistis karena pengaruh budaya kraton.
Baca Juga: Tes Kepribadian: Seberapa Sering Kamu Menyembunyikan Perasaan?
Kraton sering mengadakan upacara dan ritual penting saat peringatan Malam 1 Suro. Tradisi itu pada akhirnya diwariskan ke masyarakat dan generasi berikutnya.
Padahal, nilai-nilai yang terkandung dalam tradisi 1 Suro dari masyarakat Jawa maupun bulan Muharram dalam Islam ini memiliki kesamaan, yaitu mengucapkan rasa syukur, mendekatkan diri kepada pencipta dan mengingat leluhur dan orang yang dituakan.
Itulah larangan Malam 1 Suro menurut kepercayaan adat Jawa.

Share this article
Berikut 3 larangan Malam 1 Suro menurut kepercayaan adat Jawa. Malam 1 Suro memang identik dengan beberapa kejadian dan tradisi menurut adat