KEBAYORANBARU, AYOJAKARTA.COM -- Polri akan berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Interpol (Organisasi Polisi Kriminal Internasional) Brazil. Hal itu dilakukan terkait adanya dugaan jual beli organ manusia yang menyeret nama desainer Arnold Putra.
Kadiv Humas Polri Irjen Pol Dedi Prasetyo mengatakan, Polri akan melakukan komunikasi terlebih dahulu dengan Interpol Brazil terkait kasus dugaan jual beli organ tubuh manusia tersebut.
Baca Juga: Operasi Pisah Organ Hati Kembar Siam Ardi-Ardan Diprediksi Makan Waktu 16 Jam
"Hari ini akan komunikasikan dulu dengan pihak interpol Brazil (mengenai keterkaitan Arnold dalam jual beli organ tubuh manusia)," ujar Dedi, Kamis 24 Februari 2022.
Menurut Dedi, Polri belum mendapatkan informasi dari Interpol Brazil terkait dugaan kasus yang melibatkan desainer asal Indonesia tersebut. Ia juga belum bisa memastikan apakah Arnold terlibat dalam kasus tersebut atau tidak.
"Pihak kepolisian maupun Interpol Brazil belum memberikan informasi kepada Interpol Jakarta," katanya.
Dalam kasus ini, Arnold diduga memesan beberapa anggota tubuh manusia dari Brazil. Arnold memang kerap membuat desain yang menohok.
Pada tahun 2016, desainer yang menetap di Los Angeles, Amerika Serikat, itu diketahui membuat tas dari tulang belakang manusia. Saat itu, tas tersebut dibanderol dengan harga 5.000 dolar Amerika atau sekitar Rp71 juta.

Share this article
Polri akan berkoordinasi dan berkomunikasi dengan Interpol (Organisasi Polisi Kriminal Internasional) Brazil terkait kasus Arnold Putra.