AYOJAKARTA.COM - Atasi persoalan kualitas udara di DKI Jakarta, Pemprov DKI memiliki programe regulasi Early Warning System (EWS) yang terus dimatangkan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto menyebutkan EWS akan hadir memberikan informasi terkini mengenai kualitas udara kepada masyarakat.
"Dengan adanya EWS, masyarakat bisa lebih awas dan melakukan antisipasi saat beraktivitas," ujarnya
Sebagai informasi, kualitas udara DKI Jakarta selalu menjadi momok karena dianggap tidak sehat.
Bahkan, masuk kepada 5 kota dengan kualitas udara paling buruk di Indonesia.
Sektor transportasi dan industri disebut menjadi salah satu faktor.
Salah satu program yang dilukan untuk mengurangi polusi udara dengan melakukan Car Free Day (CFD) yang dilakukan di 5 kota administrasi di DKI Jakarta.
Wakil Gubernur Rako Karno, sempat menyebutkan agar CFD tidak hanya dilakukan di daerah Thamrin
"Saya berharap, Car Free Day itu harus diperbanyak. Bukan hanya di Thamrin, tetapi setiap wilayah adakan. Supaya menurunkan emisi," pungkasnya
Baca Juga: Usul dan Saran Ferry Irwandi untuk Pemerintah yang Masih Bersikeras Pertahankan Program MBG
Selain CFD, memperbanyak taman kota sesuai dengan aturan yakni 30 persen luas total Jakarta pun sedang banyak diperbincangkan.
Terlebih fakta RTH di Jakarta baru sekitar lima persen.***
Share this article
Atasi persoalan kualitas udara di DKI Jakarta, Pemprov DKI memiliki programe regulasi Early Warning System (EWS) yang terus dimatangkan.