AYOJAKARTA.COM - Gelombang demonstrasi mahasiswa, buruh, hingga masyarakat miskin kota yang berlangsung pada Akhir Agustus 2025 mulai mendapat respons dari Presiden Prabowo Subianto.
Setidaknya ada lima progres penting pada minggu ini (14 September 2025) yang diapresiasi publik, termasuk oleh aktivis diaspora Indonesia, Salsa Erwina Hutagalung.
5 Progress Terbaru Pemerintahan Prabowo
Pertama, Presiden melakukan reshuffle kabinet sebagai langkah cepat untuk membentuk tim baru yang lebih pro rakyat.
Baca Juga: Viral! Raffi Ahmad Diduga Lakukan Penggelapan Pajak Rp340 M, Benarkah?
Kedua, pengunduran diri Saraswati dinilai publik sebagai sikap ksatria yang diharapkan bisa dicontoh politisi lain agar lebih berpihak pada kepentingan rakyat.
Ketiga, RUU Perampasan Aset resmi masuk prolegnas 2025, membuka peluang untuk memperkuat pemberantasan korupsi.
Keempat, Presiden Prabowo menyetujui reformasi kepolisian, sebuah langkah yang dianggap mendesak mengingat tingkat kepercayaan publik terhadap Polri masih rendah, hanya 48,1% (Civil Society for Police Watch 2025).
Kelima, TNI memilih damai dengan Ferry Irwandi, sebuah keputusan yang diapresiasi sebagai wujud kedewasaan institusi negara.
Baca Juga: Stok Beras Premium Langka? Dirut Bulog Buka Suara Begini...
Suara Kritis dari Diaspora
Salsa Erwina Hutagalung, diaspora berdarah Batak yang kini menetap di Aarhus, Denmark, menyambut perkembangan ini dengan optimisme.
Melalui media sosial, ia menulis bahwa langkah-langkah tersebut sejalan dengan aspirasi rakyat yang sudah muak dengan pejabat arogan dan lebih berpihak ke partai politik ketimbang kepentingan publik.
Lahir 23 Maret 1992 dan lulusan terbaik UGM, Salsa punya rekam jejak akademik gemilang. Ia pernah menjuarai debat Asia Pasifik di Nanyang (2014), masuk delapan besar dunia di Berlin (2012), hingga aktif di forum akademik internasional.
Baca Juga: Pengusaha Muda Wajib Tahu! BRI Hadirkan Program BRILiaN 2025 untuk Cetak UMKM Unggul
Kini ia berkarier sebagai Strategy Manager di Vestas, perusahaan energi global, sekaligus host podcast Jadi Dewasa 101.
Kritiknya terhadap praktik politik di tanah air kerap viral, dari isu kenaikan pangkat aparat hingga tantangan debat terbuka untuk anggota DPR Ahmad Sahroni.
Pada Agustus 2025, ia bersama sejumlah figur muda menggagas “17+8 Tuntutan Rakyat” yang berisi agenda reformasi TNI, Polri, hingga pembekuan gaji DPR.
Bagi Salsa, siapa pun bisa memimpin Indonesia asalkan berintegritas, berani, dan berpihak pada rakyat kecil.
Dari Aarhus, ia terus menjadi ikon harapan bahwa suara rakyat bisa menembus batas, menggema lintas benua.***
Share this article
Presiden Prabowo mulai respon tuntutan rakyat: reshuffle kabinet, RUU perampasan aset, reformasi Polri, hingga sikap TNI damai. Aktivis diaspora Salsa Erwina sambut langkah ini dengan optimisme.