AYOJAKARTA.COM - Warga Jakarta, tahu nggak? Di balik wajah kota yang padat, ada “pahlawan air” bernama embung yang berperan penting menjaga ibu kota tetap aman saat musim hujan tiba.
Embung berfungsi menampung air hujan agar tidak langsung mengalir ke sungai, sekaligus membantu mengendalikan banjir yang sering jadi masalah tahunan di Jakarta.
Apa Itu Embung?
Embung adalah kolam penampungan air berukuran kecil yang dibangun di wilayah tertentu, terutama di daerah kekurangan air atau lahan pertanian.
Baca Juga: Spesifikasi Samsung Galaxy S25 FE, HP Rp9 Jutaan dengan Vibes Flagship Rp20 Jutaan
Embung menyimpan air hujan dan aliran air permukaan yang nantinya bisa digunakan kembali saat musim kemarau, misalnya untuk irigasi, penyediaan air bersih, atau kebutuhan ekologi. Berbeda dengan danau, embung dibangun secara buatan oleh manusia dan ukurannya jauh lebih kecil.
Sementara danau merupakan badan air alami yang terbentuk dari proses geologis, dengan luas dan kedalaman yang jauh lebih besar. Jadi, bisa dibilang embung adalah “versi mini dan buatan” dari danau, tapi perannya sangat besar bagi keberlanjutan kota. Enam Fungsi Penting Embung di Jakarta
- Pengendali banjir: Embung menampung air hujan agar tidak langsung masuk ke sungai dan kanal, membantu mencegah luapan air saat curah hujan tinggi.
- Penyedia air bersih: Air yang ditampung bisa dikelola menjadi sumber air baku bagi rumah tangga, industri, hingga pertanian perkotaan.
- Rekreasi dan wisata: Banyak embung kini dikembangkan jadi ruang terbuka hijau (RTH) untuk jogging, bersepeda, atau bersantai bersama keluarga.
- Konservasi lingkungan: Embung menjadi habitat bagi flora dan fauna air, menjaga keseimbangan ekosistem kota.
- Penyerapan air tanah: Air hujan yang mengendap di embung turut membantu mengisi ulang cadangan air tanah.
- Tempat edukasi dan penelitian: Embung juga berfungsi sebagai laboratorium alam untuk belajar tentang ekosistem air dan pengelolaan lingkungan.
Jakarta dan Inovasi “Jaktirta Project”
Embung menjadi salah satu klaster utama dalam Jaktirta Project, inovasi Pemprov DKI Jakarta untuk menciptakan kota yang lebih tangguh dan berkelanjutan. Saat ini, Jakarta memiliki 45 embung aktif dan 2 embung baru yang sedang dibangun.
Baca Juga: Sentra Fauna dan Kuliner Lenteng Agung Berikan Layanan Kesehatan untuk Hewan, GRATIS!
Contohnya, Embung Pondok Labu (Cilandak Marinir) yang membantu mereduksi banjir sistem Kali Krukut, serta Embung Kebagusan yang berperan menahan limpasan air dari sistem Kali Mampang/Krukut.
Dengan peran ganda sebagai pengendali banjir sekaligus ruang publik yang hijau, embung bukan sekadar kolam buatan tapi simbol komitmen Jakarta menuju kota yang lebih tangguh, seimbang, dan berkelanjutan.***

Share this article
Embung bantu Jakarta cegah banjir, sedia air bersih, dan jadi ruang hijau warga. Berbeda dari danau, embung buatan berukuran kecil dan jadi bagian penting Jaktirta Project untuk kota berkelanjutan.