AYOJAKARTA.COM - Jakarta memasuki babak baru dalam pengelolaan sampah dengan menghadirkan RDF Plant Rorotan, fasilitas pengolahan sampah terbesar di Indonesia yang mampu mengubah sampah perkotaan menjadi bahan bakar alternatif ramah lingkungan.
Melalui teknologi Refuse Derived Fuel (RDF), sampah yang selama ini menjadi persoalan kini memiliki nilai guna sebagai sumber energi berkelanjutan bagi sektor industri.
RDF Plant Rorotan menjadi bukti konkret bahwa pengelolaan sampah modern tidak lagi sekadar wacana. Sampah kota Jakarta diolah secara terstruktur dan terkendali untuk menghasilkan RDF yang siap dimanfaatkan industri semen sebagai bahan bakar alternatif pengganti batu bara.
Baca Juga: OPPO A6X Disebut Jadi HP Termurah tapi Paling “Niat”, Ini Review Lengkap ala David GadgetIn
Langkah ini sekaligus memperkuat peran Jakarta dalam mendukung transisi energi dan pengurangan emisi karbon. Sebagai fasilitas berskala besar, operasional RDF Plant Rorotan didukung sistem pengangkutan modern dan ramah lingkungan.
Sebanyak 148 unit truk compactor tertutup, termasuk truk listrik, digunakan untuk mengangkut sampah dari 16 kecamatan yang telah ditetapkan dalam sistem zonasi.
Skema ini dirancang untuk meningkatkan efisiensi jarak angkut sekaligus menekan dampak lingkungan di kawasan permukiman. Selain itu, seluruh proses pengolahan dilengkapi sistem pemadatan sampah, bak tertutup, serta pengelolaan air lindi yang terkontrol.
Pengendalian bau menjadi perhatian utama, mulai dari tahap pengangkutan hingga proses produksi RDF di dalam fasilitas. Seluruh tahapan operasional juga diuji dan didampingi oleh tenaga ahli dari Institut Teknologi Bandung (ITB) guna memastikan standar teknis dan lingkungan terpenuhi.
Baca Juga: Jadwal Jakarta Christmas Market 2025, Ada Pertunjukan, Bazaar UMKM, hingga Kuliner Natal
Keberlanjutan proyek ini diperkuat melalui kerja sama strategis dengan sektor industri. Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta melalui Unit Pengelola Sampah Terpadu (UPST) telah menandatangani Perjanjian Jual Beli RDF dengan PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.
Kerja sama berdurasi lima tahun ini memungkinkan kapasitas serap industri hingga 1.700 ton RDF per hari, dengan harga berbasis kualitas berkisar antara USD 24 hingga USD 44 per ton.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto, menyebut RDF Plant Rorotan sebagai momen penting bagi Jakarta.
"Ini adalah momen penting bagi Jakarta. RDF Plant Rorotan membuktikan bahwa sampah kota dapat diolah menjadi sumber energi baru terbarukan yang bernilai dan bermanfaat," ujar Asep Kuswanto, Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, dilansir dari akun Instagram @dinaslhdki.
Baca Juga: BRI Dampingi UMKM Padang Panjang hingga Go Digital dan Ekspor
Menurutnya, fasilitas ini membuktikan bahwa sampah kota dapat diolah menjadi sumber energi baru terbarukan yang bernilai dan bermanfaat.
Melalui inovasi ini, Jakarta terus melangkah menuju kota yang lebih bersih, efisien, dan berkelanjutan dalam menghadapi tantangan darurat sampah perkotaan.***

Share this article
Jakarta ubah sampah kota jadi bahan bakar alternatif lewat RDF Plant Rorotan, didukung truk modern, pengendalian lingkungan, dan kerja sama industri untuk energi berkelanjutan.