AYOJAKARTA.COM - Transportasi umum di Jakarta masih menjadi moda andalan masyarakat metropolitan dalam menunjang aktivitas harian.
Selain ketepatan waktu dan aksesibilitasnya yang semakin luas, tarif layanan seperti Transjakarta, KRL, MRT, dan LRT dinilai masih relatif terjangkau.
Ketersediaan moda yang saling melengkapi membuat mobilitas pekerja dan pelajar di metropolitan Jabodetabek berjalan lebih efisien.
Transjakarta menghubungkan titik simpul perkeretaapian hingga kawasan permukiman, sementara KRL, MRT, dan LRT mengangkut penumpang dalam jumlah besar secara cepat dan tepat waktu.
Kapasitas dan Rute Angkutan Umum
Dari sisi kapasitas, Commuter Line (KRL) memiliki frekuensi operasional hingga 1.063 perjalanan per hari dengan daya tampung sekitar 3.400 penumpang per rangkaian 12 gerbong.
MRT Jakarta mampu membawa 1.200–1.800 penumpang per rangkaian 6 kereta, dengan rute Lebak Bulus–Bundaran HI.
Pemerintah tengah merampungkan MRT Fase 2A dari Thamrin menuju Kota sepanjang 5,8 kilometer dengan tujuh stasiun bawah tanah dan ditargetkan beroperasi penuh pada 2029.
Untuk LRT Jakarta, daya tampung mencapai 135 penumpang per kereta atau 270 penumpang per rangkaian dan saat ini melayani rute Velodrome–Pegangsaan Dua. Pembangunan Fase 1B menuju Manggarai ditargetkan selesai akhir 2026.
Berbeda dari LRT Jakarta, LRT Jabodebek dapat menampung hingga 1.308 penumpang dalam satu rangkaian dan melayani rute Harjamukti–Dukuh Atas dan Bekasi–Dukuh Atas.
Tarif Transportasi Umum 2026
Berikut daftar tarif transportasi umum terbaru di Jakarta awal 2026:
- Transjakarta BRT/Non-BRT: Rp3.500 (flat)
- Transjakarta Tarif Ekonomis: Rp2.000 (05.00–07.00)
- Royaltrans: Rp20.000 (standar) / Rp35.000 (khusus S13, S14, T21)
- Mikrotrans JakLingko: Rp0
- KRL: Rp3.000 (25 km pertama) + Rp1.000 (per 10 km berikutnya)
- MRT Jakarta: Rp4.000–Rp14.000
- LRT Jakarta: Rp5.000
- LRT Jabodebek: Rp5.000 + Rp700/km (maks Rp10.000 off-peak, Rp20.000 peak)
Subsidi dan Kebijakan Gratis untuk Pekerja
Pekerja swasta berpenghasilan di bawah 1,15 kali UMP Jakarta kini memperoleh layanan gratis untuk Transjakarta, MRT Jakarta, dan LRT Jakarta melalui Kartu Pekerja Jakarta.
Dengan gaji maksimal Rp6,2 juta, kepemilikan KTP Jakarta, serta lokasi kerja di DKI, mereka berhak menikmati tarif 0 rupiah. Saat ini sudah tercatat 187.000 pemegang kartu.
Rencana Tarif Transjakarta Masih Dikaji
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung Wibowo menegaskan belum ada penetapan kenaikan tarif Transjakarta.
Sementara staf gubernur Nirwono Yoga menyebut subsidi Transjakarta dalam APBD murni 2026 mencapai Rp3,7 triliun, lebih rendah dari realisasi 2025 sebesar Rp4,1 triliun, padahal kebutuhan layanan ideal mencapai Rp4,8 triliun.
Kebijakan tarif diperkirakan masih dinamis dan menunggu keputusan lanjutan pemerintah daerah.
Share this article
Tarif transportasi Jakarta 2026 tetap terjangkau untuk Transjakarta, KRL, MRT, dan LRT. Pekerja bergaji ≤Rp6,2 juta dapat gratis naik moda DKI lewat Kartu Pekerja.