AYOJAKARTA.COM - Mobilitas warga Jabodetabek semakin bergantung pada transportasi publik, khususnya KRL, MRT, LRT, dan TransJakarta.
Keempat moda ini menawarkan tarif ekonomis, waktu tempuh efisien, serta jangkauan luas.
Meski terlihat serupa, masing-masing memiliki fungsi, teknologi, hingga karakter operasional yang berbeda.
Memahami perbedaan ini dapat membantu penumpang memilih moda paling ideal sesuai kebutuhan harian.
Kapasitas Penumpang
- KRL mampu mengangkut hingga ±2.000 penumpang, cocok untuk perjalanan jarak jauh pada jam sibuk.
- MRT menampung ±1.950 penumpang dan unggul di rute pusat kota.
- LRT memiliki kapasitas paling kecil, sekitar 600 penumpang per perjalanan.
- TransJakarta menyediakan kapasitas variatif bergantung jenis armada, baik BRT maupun non-BRT.
Sumber Listrik dan Teknologi Rel
- KRL & MRT: Menggunakan listrik aliran atas (LAA).
- LRT: Memakai listrik aliran bawah (LAB) melalui sistem third rail.
- KRL & MRT: Berjalan di lintasan rel ganda.
- LRT: Menggunakan tiga rel untuk suplai daya dan peningkatan keamanan.
Kecepatan Operasional
- MRT adalah yang tercepat dengan maksimal ±110 km/jam.
- KRL berada di kisaran 70–90 km/jam.
- LRT rata-rata 50 km/jam dengan maksimal 90 km/jam di jalur lurus.
- TransJakarta fleksibel berdasarkan kondisi lalu lintas dan koridor BRT.
Jumlah Gerbong
- KRL: 8–10 gerbong.
- MRT: 6 gerbong.
- LRT: 2–4 gerbong.
- TransJakarta: Tidak menggunakan gerbong, melainkan bus berkapasitas variatif.
Rute dan Jangkauan
- KRL menjangkau seluruh Jabodetabek dengan ±93 stasiun dan rute terpanjang mencapai 72,7 km.
- MRT beroperasi dari Bundaran HI hingga Lebak Bulus dan sedang membangun fase lanjutan menuju Kota.
- LRT melayani Cawang–Bekasi Timur dan Cawang–Cibubur.
- TransJakarta memiliki jangkauan megapolitan Jabodetabek dengan 269 halte dan 14 koridor.
Infrastruktur Jalur
- KRL: Jalur layang dan atas tanah.
- MRT: Jalur layang dan bawah tanah.
- LRT: Seluruh jalur berbentuk layang.
- TransJakarta: Menggunakan jalur khusus (BRT) dan jalur jalan umum.
Jam Operasional
- KRL: 04.00–00.00 WIB.
- MRT: 05.00–00.00 WIB.
- LRT: 05.29–23.00 WIB.
- TransJakarta: 24 jam.
Tarif
- KRL: Rp3.000 untuk 25 km awal, lalu +Rp1.000/10 km.
- MRT: Rp3.000–Rp14.000 sesuai jarak.
- LRT: Rp5.000–Rp20.000 saat jam sibuk.
- TransJakarta: Rp2.000 (05.00–07.00 WIB) dan Rp3.500 reguler.
Dengan karakteristik yang berbeda, keempat moda transportasi ini saling melengkapi ekosistem mobilitas Jakarta.
Kombinasi kecepatan MRT, kapasitas besar KRL, efisiensi LRT, dan konektivitas TransJakarta menjadikan transportasi publik semakin mudah diakses, terintegrasi, dan kompetitif dibanding kendaraan pribadi.***
Share this article
KRL, MRT, LRT, dan TransJakarta punya fungsi berbeda. KRL kapasitas besar, MRT tercepat, LRT untuk jarak pendek, TransJakarta fleksibel. Berbeda dari tarif, rute, jam operasi, hingga teknologi rel.