AYOJAKARTA.COM - TransJakarta punya sejarah panjang dalam dunia transportasi publik di Indonesia.
Salah satu rute paling ikonik adalah Koridor 1 Blok M – Kota, yang pada 15 Januari 2026 genap beroperasi selama 22 tahun.
Koridor ini bukan hanya menjadi pionir layanan Bus Rapid Transit (BRT) di Ibu Kota, tetapi juga sistem BRT pertama yang hadir di kawasan Asia Tenggara dan Asia Selatan.
Berikut empat fakta penting tentang koridor 1 Transjakarta
1. Rute Penting yang Jadi Tulang Punggung Mobilitas Jakarta
Koridor 1 memiliki lintasan sepanjang 13,9 km yang menghubungkan dua simpul mobilitas penting: Blok M di selatan Jakarta dan kawasan Kota Tua di bagian utara.
Jika disetarakan, panjangnya hampir sama dengan 14 kali putaran ring road Gelora Bung Karno (GBK) yang rata-rata memiliki jarak sekitar 1 km.
Selama beroperasi, koridor ini melayani 23 halte BRT strategis yang membentang di jalur utama Sudirman–Thamrin, mulai dari Blok M, Bundaran Senayan, Polda Metro Jaya, Bendungan Hilir, Dukuh Atas, Bundaran HI, Monas, hingga Museum Kota.
Dengan struktur rute yang linear dan terhubung dengan moda transportasi lain, koridor ini menjadi pilihan favorit pekerja kantoran, pelajar, maupun wisatawan.
2. Dekat Tempat Ikonik & Destinasi Kuliner
Selain menjadi rute kerja dan mobilitas harian, Koridor 1 juga terkenal karena dekat dengan berbagai kawasan kuliner dan destinasi populer.
Di selatan, ada kawasan kuliner Blok M yang makin ramai sejak revitalisasi terminal dan area F&B. Di Senayan, koridor ini terkoneksi dengan Hutan Kota GBK yang kerap dipakai untuk konser, olahraga, hingga piknik.
Ke arah tengah, Halte Bendungan Hilir terkenal sebagai pintu masuk ke area kuliner Benhil, sementara Halte MH Thamrin memudahkan akses menuju kawasan kuliner Sabang.
Di sisi utara, halte Glodok dan Taman Sari menjadi pintu ke sentra kuliner dan Chinatown, serta Halte Kota yang langsung menghubungkan wisatawan ke kawasan Kota Tua.
3. Pelayanan Tinggi dan Jumlah Penumpang Fantastis
Selama 2025, Koridor 1 telah mencatat 24.181.769 pelanggan, angka yang menjadikannya salah satu koridor tersibuk di jaringan TransJakarta.
Tingginya keterisian tidak mengherankan, mengingat koridor ini menghubungkan pusat bisnis, wisata, hingga kawasan heritage.
4. Simbol Transformasi Mobilitas Ibu Kota
Lebih dari dua dekade beroperasi, Koridor 1 menjadi simbol transformasi mobilitas Jakarta menuju kota yang lebih efisien dan ramah komuter.
Dengan integrasi yang makin kuat terhadap MRT, LRT, KRL, hingga angkutan pengumpan, koridor ini masih menjadi tulang punggung transportasi publik di Jakarta dan tampaknya masih akan dipertahankan sebagai rute strategis untuk tahun-tahun berikutnya.

Share this article
Koridor 1 Transjakarta sudah 22 tahun layani rute Blok M–Kota, jadi koridor pertama sistem BRT di Asia Tenggara. Panjang 13,9 km, 23 halte, akses ke titik kuliner dan wisata.