AYOJAKARTA.COM - Jelang perayaan Imlek 2026 yang jatuh pada 17 Februari 2026, Pemprov DKI Jakarta sedang mempersiapkan event besar untuk menyambut Tahun Kuda Api (Fire Horse) dalam kalender Tionghoa.
Imlek tahun 2026 ini menjadi tahun ke-2577 dalam kalender Kongzili.
Perayaan Imlek sendiri bukan hanya perayaan pergantian tahun namun memiliki makna budaya, sosial dan spiritual yang dalam.
Wakil Gubernur DKI Jakarta, Rano Karno dalam keterangan resminya menyebutkan bahwa ia terinspirasi dengan penyelenggaraan Jakarta Light Festival beberapa waktu lalu, sehingga ingin melakukan event besar di Imlek 2026.
"Kita sedang mempersiapkan tema besar kegiatan Imlek. Bahkan, kita sudah mulai membuat sayembara untuk konsep Imlek yang akan ditampilkan di sekitar Bundaran HI," ucap Rano, saat berkunjung ke Kawasan Glodok bersama pimpinan DPRD DKI, Selasa (20/1).
Selain menjadikan Jakarta lebih meriah, Rano mengaku, kegiatan itu juga akan membawa pesan moral tentang kerukunan umat beragama.
Diharapkannya, event itu bisa berjalan sukses dan mempererat persatuan serta kesatuan sosial di Jakarta.
Baca Juga: Strategi Menag Nasaruddin Umar di Mesir, Jadikan Agama Kompas Moral AI dan Pelestarian Lingkungan
"Intinya kita sedang siapkan kegiatan besar. Cuma jangan saya ngomong sekarang, entar enggak surprise," pungkasnya.
Sebagai informasi perayaan Imlek sendiri biasanya digunakan untuk reuni bersama keluarga, menghormati leluhur hingga awal baru dari keberuntungan.
Warna merah biasanya menjadi dominan ketika Imlek digunakan untuk melakukan dekorasi hingga angpau, hal ini karena melambangkan kebahagiaan dan keberuntungan.***

Share this article
Jelang perayaan Imlek 2026 yang jatuh pada 17 Februari 2026, Pemprov DKI Jakarta sedang mempersiapkan event besar untuk menyambut Tahun Kuda Api (Fire Horse)