AYOJAKARTA.COM - Adanya pengerjaan sistem tata air Pompa di ruas Jalan Daan Moggot, Jakarta Barat, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta lakukan rekayasa lalu lintas.
Menanggapi adanya rekayasa lalu lintas ini, anggota Komisi A DPRD DKI Jakarta, William Aditya Sarana mengingatkan agar rekayasa lalu lintas selama penutupan sejumlah ruas Jalan Daan Mogot dilakukan secara optimal.
William menilai, pengaturan lalu lintas harus direncanakan secara matang karena Jalan Daan Mogot selama ini dikenal sebagai salah satu titik kemacetan di Jakarta Barat.

“Oleh karena itu, rekayasa lalu lintas dan penutupan jalan ini harus direncanakan secara serius dan dijalankan dengan baik. Pasti akan terjadi kemacetan, maka itu harus dimitigasi agar tidak menjadi terlalu parah. Apalagi, kalau berjalan sesuai rencana, penutupan tersebut bisa berlangsung hingga tahun depan,” ujarnya, Minggu (24/5).
Ia juga mendorong Pemprov DKI Jakarta untuk meningkatkan layanan transportasi umum selama proses pembangunan berlangsung.
Menurutnya, penambahan armada maupun frekuensi layanan dapat menjadi solusi untuk mengurangi penggunaan kendaraan pribadi.
“Salah satunya, Pemprov DKI mungkin dapat meningkatkan frekuensi layanan transportasi umum. Di sepanjang Jalan Daan Mogot ada Transjakarta dan angkot Jaklingko. Untuk sementara waktu selama pembangunan berjalan, mungkin layanannya bisa ditambah,” katanya.
William menegaskan, Pemprov DKI tidak hanya meminta masyarakat mengurangi penggunaan kendaraan pribadi, tetapi juga harus menyediakan alternatif transportasi yang memadai.

“Jangan sampai nanti warga hanya diminta mengurangi penggunaan kendaraan pribadi kalau tidak ingin macet, tetapi dari Pemprov DKI sendiri juga tidak ada solusinya,” tambahnya.
William pun meminta agar proyek ini selesai dilakukan sesuai target.
Share this article
Adanya pengerjaan sistem tata air Pompa di ruas Jalan Daan Moggot, Jakarta Barat, Dinas Perhubungan (Dishub) DKI Jakarta lakukan rekayasa lalu lintas.