AYOJAKARTA.COM - Antisipasi lonjakan arus mudik Idul Fitri 1447 H di sejumlah terminal di ibu kota, Pemprov DKI Jakarta melalui Dishub DKI telah menyiapkan tiga terminal bantuan.
Kepala UPTAJ Dinas Perhubungan DKI Jakarta, Zulkifli memprediksi puncak arus mudik berlangsung mulai 13 Maret hingga 29 Maret 2026.
Untuk mengantisipasi lonjakan pemudik, pihaknya membagi dua tahapan arus mudik yakni:
- Arus mudik pertama diprediksi terjadi pada 13 Maret 2026 bertepatan dengan awal liburan sekolah
- Arus mudik kedua diprediksi terjadi pada 18 Maret 2026 yang didominasi oleh pekerja, aparatur sipil negara (ASN), pegawai BUMN, maupun karyawan swasta.
Ia mengatakan, pembagian arus mudik dan arus balik menjadi dua tahap juga berdampak pada pola pelayanan di terminal.
Namun demikian, pembagian waktu tersebut merupakan salah satu strategi untuk mengurangi penumpukan penumpang di terminal dan memastikan pelayanan angkutan Lebaran berjalan lebih lancar.
“Strategi ini diharapkan mampu mengurai kepadatan pemudik sehingga tidak terpusat pada satu hari tertentu. Bayangkan jika itu dilakukan atau antara anak sekolah dan para pekerja disamakan maka akan lebih membludak lagi, akan jauh lebih padat,” jelasnya.
Baca Juga: SMF Gandeng PNM Beri Pelatihan UMKM Nasabah Mekaar Tegal
Adapun terminal utama yang disiapkan yakni, Terminal Kampung Rambutan, Terminal Kalideres, dan Terminal Tanjung Priok.
Sementara, tiga terminal bantuan berada di Terminal Lebak Bulus, Terminal Muara Angke, dan Terminal Grogol.
“Untuk tahun 2026 ada tiga terminal utama dan tiga terminal bantuan. Terminal bantuan ini disiapkan apabila terminal utama mengalami kepadatan penumpang,” tandasnya.
Sementara itu, arus balik juga diperkirakan terbagi menjadi dua tahap. Puncak arus balik pertama diprediksi terjadi pada 24 Maret 2026, sementara puncak kedua pada 28 Maret 2026.***

Share this article
Antisipasi lonjakan arus mudik Idul Fitri 1447 H di sejumlah terminal di ibu kota, Pemprov DKI Jakarta melalui Dishub DKI telah menyiapkan tiga terminal bantuan.