AYOJAKARTA.COM - Pembenahan dan pengelolaan sampah kini menjadi perhatian dari Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta.
DLH DKI Jakarta menyebutkan bahwa pembenahaan sistem ini akan dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.
“Ini bukan sekadar silaturahmi, tetapi momentum untuk berbenah. Persoalan sampah masih menjadi tantangan besar di Jakarta. Karena itu, pengelolaan sampah tidak bisa lagi bertumpu pada pengangkutan dan pembuangan di akhir, tetapi harus dimulai dari pemilahan sejak dari sumber,” ujar Kepala Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta, Asep Kuswanto ketika hadir dalam kegiatan halalbihalal pada Jumat (27/3).
Lebih lanjut ia meminta para PJLP Pendamping Bidang Pengelola Sampah di tingkat RW (BPS RW) untuk terus memperkuat edukasi dan pendampingan kepada warga, agar budaya memilah dan mengurangi sampah menjadi kebiasaan sehari-hari.
“Di sisi lain, petugas pengumpul sampah atau tukang gerobak agar terus menjaga agar sampah yang sudah dipilah tidak kembali tercampur,” katanya.
Baca Juga: Sukses Kelola Kuliner Khas Magetan, Ayam Panggang Bu Setu Buktikan Dampak 35 Tahun Pemberdayaan BRI
Asep menyampaikan, dalam proses pengangkutan, tidak boleh ada lagi pencampuran sampah hingga ke fasilitas pengolahan. Hal yang sama juga berlaku di TPS, di mana sampah yang masuk harus tetap dalam kondisi terpilah dan dikelola sesuai kategorinya.
“Termasuk petugas Penanganan Sampah Badan Air agar melakukan pemilahan dan pengolahan di fasilitas UPSBA,” ucapnya.
Asep menegaskan pengelolaan di TPST Bantargebang harus berjalan sesuai Norma, Standar, Prosedur, dan Kriteria (NSPK), sekaligus mengoptimalkan seluruh proses pengolahan secara terpadu.***
Share this article
DLH DKI Jakarta menyebutkan bahwa pembenahaan sistem ini akan dilakukan secara menyeluruh dari hulu hingga hilir.