AYOJAKARTA.COM - Siaga hadapi cuaca ekstrem yang diprediksi terjadi dalam beberapa waktu ke depan, Pemprov DKI Jakarta melalui Dinas Sumber Daya Air (SDA) terus memperkuat langkah antisipatif untuk memitigasi potensi banjir.
Dinas SDA DKI telah melakukan sejumlah upaya seperti optimalisasi infrastruktur pengendali banjir melalui penyiagaan pompa, penerapan sistem polder, hingga pemeliharaan badan air agar tetap berfungsi optimal.
Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum mengatakan bahwa mitigasi banjir ini merupakan kerja kolaboratif.
Hal ini tentunya membutuhkan kecepatan, ketepatan, dan kesiapan infrastruktur.
Baca Juga: Meningkat Dibanding Tahun Lalu, Pelanggan MRT Jakarta Capai 135.117 Orang di 2 Hari Lebaran 2026
Ia menegaskan bahwa upaya ini dilakukan secara terintegrasi dan berkelanjutan, mengingat karakteristik banjir di Jakarta tak hanya dipengaruhi oleh curah hujan lokal, tapi juga kiriman air dari daerah penyangga di wilayah hulu.
Ika juga memastikan seluruh perangkat pengendalian banjir bisa berfungsi dengan optimal, baik sebelum, saat, maupun setelah terjadi hujan intensitas tinggi.
Penyiagaan sarana dan prasarana pengendali banjir juga terus dilakukan.
Mulai dari penyiagaan pompa stasioner, pompa mobile, hingga pintu air agar dapat bekerja maksimal, baik pada fase prabanjir maupun saat penanganan banjir berlangsung.
668 unit pompa stasioner sudah tersebar di 243 lokasi hingga 13 Maret 2026.
Disiagakan pula 537 unit pompa mobile yang tersebar di lima wilayah administrasi Jakarta.
“Pompa mobile difungsikan untuk menjangkau titik genangan yang tidak dapat dilayani pompa stasioner,” ujar Ika.
Selain itu, kata Ika, pihaknya juga mempercepat pengerukan pada berbagai infrastruktur pengendali banjir, seperti sungai, kali, serta waduk, situ, dan embung untuk mengoptimalkan kapasitas drainase.
Saat ini, volume pengerukan di lima wilayah kota administrasi tercatat mencapai 123.393 meter kubik hingga 13 Maret 2026.
“Sepanjang 2025, total volume pengerukan tercatat mencapai 919.173 meter kubik. Dalam mendukung kegiatan ini, Dinas SDA mengerahkan 260 unit ekskavator dan 465 unit dump truck,” ungkapnya.
Dinas SDA juga menyiagakan Satgas atau Pasukan Biru yang siap bergerak saat terjadi banjir untuk bertugas mendukung operasional pompa dan memastikan genangan dapat ditangani dengan cepat.
Pasukan biru juga rutin untuk melakukan pemantauan lapangan guna menjaga kondisi tetap terkendali.***

Share this article
Kepala Dinas SDA DKI Jakarta, Ika Agustin Ningrum mengatakan bahwa mitigasi banjir ini merupakan kerja kolaboratif.