AYOJAKARTA.COM - Upaya revitalisasi kawasan Kota Tua kembali menjadi sorotan.
Hal ini kembali ditegaskan oleh Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung yang menyampaikan komitmen Pemprov DKI untuk menghidupkan kembali kawasan bersejarah tersebut sebagai salah satu destinasi utama wisata di ibu kota.
Langkah ini dinilai penting tidak hanya untuk melestarikan warisan budaya, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata Jakarta.
Dalam pernyataannya, Pramono menekankan bahwa Kota Tua memiliki potensi besar yang selama ini belum dimaksimalkan secara optimal.

Dengan kekayaan sejarah, arsitektur kolonial yang khas, serta nilai edukatif yang tinggi, kawasan ini dinilai mampu bersaing dengan destinasi wisata heritage di kota-kota besar dunia.
Pramono mengatakan, perubahan yang paling terlihat dalam revitalisasi kawasan tersebut adalah hadirnya MRT Jakarta.
MRT Jakarta ini dibangun dengan tujuan untuk mendukung aksesibilitas masyarakat dan wisatawan menuju Kota Tua dan ditargetkan rampung pada tahun 2029.
Untuk mendukung langkah ini, Pemprov DKI saat ini tengah menyiapkan pembangunan dengan mengusung konsep Transit Oriented Development (TOD).
"Kota Tua game changer-nya adalah MRT. Begitu MRT selesai sampai Kota Tua di tahun 2029, pasti Kota Tua akan menjadi sangat berbeda," ujar Pramono, usai menghadiri acara Intimate Dialogue: Kota Tua Update, Kamis (9/4).

Bahkan, kata Pramono, Pemprov DKI juga menjalin kerja sama dengan PT KAI.
Kerja sama ini bertujuan untuk menghidupkan kembali lintasan kereta non-listrik menjadi KRL sepanjang 16 hingga 28 kilometer di kawasan Kota Tua.
Menurutnya, rute tersebut nantinya akan menghubungkan Kota Tua menuju Tanjung Priok melalui kawasan JIS (Jakarta International Stadium).
Dengan hadirnya rute baru ini, Pram yakin ke depan akan menambah moda transportasi dan mempermudah mobilitas masyarakat di wilayah Jakarta Utara.
Ia pun berharap, layanan ini bisa selesai di tahun 2026.

"Kurang lebih lintasan lama tapi dibuat listrik, yang dulu tidak pernah termanfaatkan lewat Kota Tua, kemudian ke Tanjung Priok dan sebagainya, lewat JIS dan sebagainya," jelasnya.
Pram menargetkan layanan KRL menuju JIS ini selesai pada Mei 2026, sekaligus menjadi kado HUT DKI Jakarta.
Diharapkan layanan ini nantinya bisa semakin mempermudah aksesibilitas masyarakat yang akan berkunjung ke JIS.
Pramono menjelaskan, revitalisasi di kawasan Kota Tua ini dilakukan secara terencana dan bertahap.
Revitalisasi ini diproyeksikan sebagai tempat wisata untuk kalangan masyarakat menengah yang bisa memanfaatkan akses transportasi KRL ataupun MRT.
Di sisi lain, Wagub DKI Jakarta Rano Karno mengatakan bahwa rencana revitalisasi Kota Tua ini untuk mengembalikan identitas Jakarta sekaligus memperkuat posisinya sebagai kota global yang berakar pada sejarah dan budaya.

Kota Tua akan dibagi jadi tiga zona, yaitu zona inti, zona pengembangan, dan zona penunjang.
Pada tahap awal, revitalisasi difokuskan pada zona inti yang mencakup alun-alun Fatahillah hingga Museum Bahari.
"Yang akan kita fokus adalah di zona intinya dulu. Ini luasnya kira-kira kalau dari total Kota Tua itu hampir 363 hektare, tapi kalau zona inti kira-kira cuma 80. Tapi zona inti ini juga termasuk yang namanya Museum Bahari itu," kata Rano.
Ia juga menyampaikan bahwa Pemprov DKI tidak lupa untuk memprioritaskan penyediaan fasilitas bagi para UMKM dan pedagang kaki lima serta pembangunan area parkir.***

Share this article
Langkah ini dinilai penting tidak hanya untuk melestarikan warisan budaya, tetapi juga mendorong pertumbuhan ekonomi dan sektor pariwisata Jakarta.