AYOJAKARTA.COM - Wacana menghidupkan kembali moda transportasi trem di kawasan Kota Tua Jakarta kembali mengemuka.
Rencana tersebut disampaikan oleh Wakil Gubernur DKI Jakarta Rano Karno.
Rano mengatakan bahwa rencana ini telah masuk dalam pembahasan tim revitalisasi.
Dengan dihidupkannya trem di Kota Tua, diharapkan bisa jadi bagian dari upaya memperkuat daya tarik kawasan wisata sejarah ibu kota.

Ia menyampaikan bahwa pengoperasian kembali trem bukan sekadar menghadirkan moda transportasi, melainkan juga menghidupkan nuansa historis yang menjadi identitas Kota Tua.
"Memang salah satu tujuannya mengurangi emisi. Kita sedang membahas rencana membangun trem di dalam Kota Tua," ujar Rano.
Selain itu, konsep ini dinilai mampu menghidupkan kembali kejayaan transportasi masa lalu yang pernah menjadi bagian penting dari perkembangan Jakarta.
Rano pun sempat mengingat kembali masa kecilnya yang pernah naik trem.

Bukan hanya soal nostalgia, hadirnya trem kembali nantinya bisa memberi karakter kuat bagi Kota Tua sebagai kawasan bersejarah.
"Waktu saya umur delapan tahun, saya masih sempat naik trem. Kalau dibangun lagi di Kota Tua, itu bisa mengurangi emisi sekaligus menghidupkan suasana lamanya," ceritanya.
Untuk desain trem, kata Rano, harus disusun selaras dengan rencana MRT Jakarta yang juga akan melintas di kawasan Kpta Tua.
Rano menyebut Pemprov DKI harus melakukan alignment detail dengan pihak MRT agar tidak tumpang-tindih jalur dan fungsi.

"Kita harus mendesain bersama-sama dengan MRT, karena itu juga akan jadi jalur MRT," ungkapnya.
Jika terealisasi, kehadiran trem di Kota Tua diharapkan tak hanya jadi simbol nostalgia, tetapi juga inovasi transportasi berbasis sejarah yang mampu menjawab kebutuhan wisata modern di Jakarta.***

Share this article
Dengan dihidupkannya trem di Kota Tua, diharapkan bisa jadi bagian dari upaya memperkuat daya tarik kawasan wisata sejarah ibu kota.