AYOJAKARTA.COM - Harga plastik kemasan di wilayah Jakarta dilaporkan mengalami kenaikan signifikan hingga mencapai 40 persen.
Kenaikan harga plastik kemasan ini tentunya mulai membebani para pelaku usaha.
Kondisi ini bahkan mulai dikeluhkan para pedagang, khususnya pelaku usaha kecil dan menengah di sektor makanan dan minuman yang sangat bergantung pada kantong plastik untuk aktivitas jual beli.
Kenaikan harga plastik ini terjadi sejak akhir Maret 2026 lalu.

Kondisi ini dipicu akibat gangguan rantai pasok global karena adanya konflik yang terjadi di Timur Tengah.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, mengatakan bahwa kondisi ini memang sulit dikendalikan oleh pemerintah daerah.
Ia lantas menyarankan kepada pelaku usaha untuk mencair alternatif lain pengganti plastik.
"Kebutuhan plastik ini pelan-pelan harus dikurangi dan harus ada inovasi," ujar Pramono.

Pram lantas menyampaikan salah satu solusi sebagai pengganti plastik adalah kembali menggunakan cara tradisional dalam membungkus makanan.
Ia pun mengerti bahwa kondisi ini tentu akan menjadi beban bagi masyarakat.
"Maka, kita bisa kembali ke cara tradisional, seperti menggunakan daun pisang dan bahan-bahan alami lainnya," katany.
Berdasarkan data dari Dinas PPKUKM mencatat kantong kresek naik 40 persen menjadi Rp17 ribu per pak.
Kemudian untuk plastik PET naik 35 persen menjadi Rp22 ribu dan plastik PE naik 30 persen menjadi Rp21 ribu.***

Share this article
Pramono Anung menyampaikan salah satu solusi sebagai pengganti plastik adalah kembali menggunakan cara tradisional dalam membungkus makanan.