AYOJAKARTA.COM - Suku Dinas Ketahanan Pangan, Kelautan, dan Pertanian (KPKP) Jakarta Selatan berencana menggelar inspeksi mendadak (sidak) ke sejumlah rumah produksi siomai.
Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan terhadap kemungkinan penggunaan ikan sapu sapu sebagai bahan baku pangan.
Kepala Sudin KPKP Jakarta Selatan, Ridho Sosro, mengatakan hal ini merupakan bagian dari pengawasan pangan terpadu yang setiap bulan sudah dilakukan.
"Ke depan, pengawasan itu juga akan kami arahkan untuk menelusuri kemungkinan penggunaan ikan sapu-sapu, termasuk hingga ke rumah-rumah produksi siomai," ujar Ridho.

Seperti diketahui, banyaknya populasi ikan sapu-sapu yang tersebar di perairan Jakarta dapat mengganggu ekosistem air dan juga kesehatan masyarakat.
Ikan ini dikenal mampu hidup di lingkungan yang tercemar dan mengonsumsi berbagai material, sehingga dikhawatirkan mengandung zat berbahaya jika dijadikan bahan makanan.
"Dampak logam berat seperti merkuri dan timbal tidak langsung terasa. Namun, dalam jangka panjang dapat memicu berbagai penyakit, termasuk kanker," tambahnya.
Selain melakukan sidak, pihaknya juga terus menggencarkan edukasi kepada pelaku usaha dan masyarakat.

Sosialisasi ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran akan pentingnya memilih bahan pangan yang aman serta memahami potensi bahaya dari penggunaan bahan baku yang tidak sesuai standar.
Ridho menegaskan, pihaknya tidak hanya mengandalkan pengawasan dari pemerintah, tetapi juga membuka ruang partisipasi dari masyarakat.
Warga diimbau untuk segera melaporkan jika memang menemukan indikasi penggunaan ikan sapu-sapu dalam produk makanan yang beredar.
"Harapan kami, dengan pengawasan pangan yang ketat di Jakarta, kesehatan masyarakat dapat semakin terjamin dan populasi ikan sapu-sapu di Jakarta Selatan dapat dikendalikan," tambahnya.

Dengan langkah preventif dan pengawasan yang lebih intensif, diharapkan keamanan pangan di wilayah Jakarta Selatan bisa terus terjaga.
Upaya ini juga diharapkan dapat menekan potensi penyalahgunaan ikan sapu-sapu sekaligus melindungi kesehatan masyarakat secara luas.***

Share this article
Langkah ini dilakukan sebagai upaya pencegahan terhadap kemungkinan penggunaan ikan sapu-sapu sebagai bahan baku pangan.