AYOJAKARTA.COM - Pemprov DKI Jakarta saat ini sedang gencar-gencarnya memusnahkan ikan sapu sapu yang berkembang biak di populasi perairan Jakarta.
Di tengah aksi tersebut, justru muncul kabar bahwa daging ikan sapu-sapu digunakan sebagai bahan dasar dari makanan siomai.
Kabar ini tentunya memicu kekhawatiran publik, mengingat ikan sapu-sapu disebut memiliki zat berbahaya seperti logam berat, apabila dikonsumsi manusia.
Kabar ini disampaikan oleh salah satu pedagang siomai di kawasan Cengkareng, Jakarta Barat.
Ia mengaku pernah mengetahui ada pedagang yang menggunakan daging ikan tersebut untuk olahan siomai.
Namun ia mengaku jika dagangan yang dijual sama sekali tidak menggunakan daging ikan sapu-sapu.
Menurutnya, para pedagang yang menggunakan daging ikan sapu-sapu adalah demi hemat biaya produksi dan bisa meraup keuntungan lebih besar.
Bahkan ia mengaku daging ikan sapu-sapu dijual murah sekitar Rp25 ribu-Rp35 ribu per kg.
Harga tersebut tentu selisih jauh, jika pedagang siomai menggunakan ikan tenggiri.
Biasanya ikan tenggiri dijual hingga Rp100 ribu per kg.***

Share this article
Di tengah aksi pemusnahan, muncul kabar bahwa daging ikan sapu-sapu digunakan sebagai bahan dasar dari makanan siomai.