AYOJAKARTA.COM - Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menegaskan komitmennya untuk mempercepat pembangunan Pembangkit Listrik Tenaga Sampah atau PLTSa di Jakarta.
Dibangunnya PLTSa ini menjadi salah satu solusi penanganan sampah sekaligus penguatan energi ramah lingkungan di ibu kota.
Pramono, mengatakan bahwa skema pengelolaan PLTSa saat ini masih masuk dalam tahap kajian dan pembahasan lintas pihak.
Di sisi lain, Pram mengatakan bahwa perhitungan soal untung-rugi bukan jadi fokus utama Pemprov DKI di tahap awal.

Nantinya, pembahasan tersebut akan jadi ranah teknis yang dikelola pelaksana proyek di lapangan.
"Apakah nanti untung atau tidak, itu urusan di lapangan,” ujar Pramono.
Ia juga menyebut bahwa skema bisnis dan pembagian pendapatan hingga kini masih disusun.
Nantinya proyek ini, kata Pram, akan dikerjakan melalui kerja sama antara tiga pihak yaitu Pemprov DKI jakarta, Danantara, dan pelaku usaha di sektor PLTSa.
Selain itu, percepatan pembangnan PLTSa ini juga didorong dengan kebijakan pemerintah pusat yang menetapkan tarif listrik PLTSa yakni 20 sen per kWh.

Lebih lanjut, dalam waktu dekat Pemprov DKI akan menargetkan penandatanganan kontrak pembangunan tiga fasilitas PLTSa.
Diketahui, rencananya PLTSa di DKI Jakarta akan dibangun di tiga lokasi, yaitu Bantar Gebang, Sunter, dan Tanjung.
Dengan pembangunan PLTSa ini diharapkan bisa menjadi solusi konkret dalam mengatasi persoalan sampah yang selama ini menjadi tantangan utama di ibu kota.***
Share this article
Dibangunnya PLTSa ini menjadi salah satu solusi penanganan sampah sekaligus penguatan energi ramah lingkungan di ibu kota.