AYOJAKARTA.COM - Dinas Lingkungan Hidup DKI Jakarta memanfaatkan sampah residu sebagai bahan bakar alternatif untuk industri semen.
Langkah tersebut dilakukan sebagai upaya mengurangi volume sampah yang masuk ke Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang sekaligus mendukung pengelolaan sampah berkelanjutan.
Pemanfaatan sampah residu ini dilakukan melalui proses Refuse Derived Fuel (RDF), yakni pengolahan sampah yang tidak dapat didaur ulang menjadi bahan bakar pengganti batu bara untuk kebutuhan industri, termasuk pabrik semen.
Penggunaan RDF ini menjadi salah satu solusi strategis dalam mengurangi ketergantungan terhadap tempat pembuangan akhir.

Untuk pengolahan sampah residu menjadi bahan bakar industri semen ini, DLH DKI Jakarta berkolaborasi bersama PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.
Hal ini menjadi langkah nyata mengurangi penggunaan energi fosil, menekan emisi karbon, sekaligus mendukung pengelolaan sampah yang lebih berkelanjutan.
Sebab, sampah yang dipilah dengan benar, bisa punya manfaat lebih besar untuk masa depan Jakarta.
Dikutip dari akun Instagram @dinaslhdki, saat ini PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk terus melakukan transisi energi dari batu bara menuju bahan bakar hijau untuk mendukung target pengurangan emisi karbon tahun 2030.

Tentunya, sinergi DLH DKI Jakarta dan sektor industru melalui pemanfaatan RDF ini menjadi langkah konkret untuk mengubah sampah residu menjadi energi alternatif yang bernilai dan ramah lingkungan.
"Keberhasilan RDF sangat bergantung pada kualitas sampah dan proses pemilahan dari sumber," ujar Kepala DLH DKI Jakarta Dudi Gardesi.
Oleh sebab itu, menurut Dudi partisipasi masyarakat dalam memilah sampah dari sumber menjadi kunci menuju Jakarta yang lebih bersih dan berkelanjutan.***
Share this article
Untuk pengolahan sampah residu menjadi bahan bakar industri semen ini, DLH DKI Jakarta berkolaborasi bersama PT Indocement Tunggal Prakarsa Tbk.