Ubah Sampah Dapur Jadi Pupuk, Ini Cara Mudah Mengompos di Rumah dengan Metode Kue Lapis

Ilustrasi Kompos. (Sumber: Pixabay/Ben_Kerckx)
Ilustrasi Kompos. (Sumber: Pixabay/Ben_Kerckx)
Poin Penting
  • Kurangi polusi 1,5 kg sampah sisa makanan harian dengan cara mengolah bahan organik menjadi pupuk kompos di rumah saja.

  • Siapkan komposter berlubang sirkulasi, lalu buat metode kue lapis berselang-seling antara sampah basah dan yang kering.

  • Jaga kelembapan kompos, rutin mengaduknya, serta hindari memasukkan minyak, santan, maupun susu agar tidak bau busuk.

AYOJAKARTA.COM - Setiap orang rata-rata menghasilkan 1 hingga 1,5 kilogram sampah sisa makanan dalam satu hari.

Jika dibiarkan, sampah ini hanya akan menumpuk di tempat pembuangan akhir dan merusak lingkungan.

Padahal, 50% dari total sampah rumah tangga adalah bahan organik yang bisa diolah kembali.

Anda bisa menjadi solusi bagi polusi ini dengan cara mengompos di rumah sendiri.

Langkah pertama adalah menyiapkan wadah atau komposter. Gunakan wadah apa saja yang memiliki tutup rapat agar tidak diacak-acak oleh tikus atau kucing.

Pastikan Anda melubangi bagian bawah wadah agar air tidak menggenang dan menyebabkan pembusukan.

Buat juga lubang di bagian samping sebagai sirkulasi udara bagi bakteri pengurai.

Kunci keberhasilan kompos terletak pada metode "kue lapis". Anda harus menyiapkan dua jenis bahan, yakni organik kering dan organik basah.

Bahan kering bisa berupa daun kering, sekam, serbuk kayu, atau potongan kertas bekas. Bahan basah adalah sisa makanan dapur seperti kulit buah dan sisa sayuran.

Mulailah dengan meletakkan lapisan kering di dasar wadah. Tambahkan lapisan basah di atasnya, lalu tutup kembali dengan lapisan kering.

Pastikan lapisan paling atas selalu tertutup bahan kering dengan rapat. Teknik layering ini memudahkan proses pengolahan dan menjaga kebersihan.

Bakteri dan jamur membutuhkan kelembapan untuk bekerja. Siram sedikit air jika tumpukan terasa terlalu kering agar mikroorganisme tetap hidup.

Anda bisa mengaduk kompos seminggu sekali atau sebulan sekali. Semakin sering diaduk, semakin cepat proses penguraiannya.

Jangan takut dengan belatung, karena mereka akan hilang dengan sendirinya saat kompos matang dan siap panen.

Bahan yang Harus Dihindari

Namun, jangan asal memasukkan semua sisa makanan ke dalam komposter. Dilansir dari akun Instagram @kotajakartatimur, berikut beberapa hal yang wajib Anda perhatikan:

  • Musuh Utama (Minyak & Santan): Minyak goreng dan kuah santan bisa menutup pori-pori kompos dan menghambat kinerja bakteri.
  • Pemicu Bau Busuk: Hindari memasukkan tulang besar, produk susu, keju, atau mentega karena akan menimbulkan bau busuk yang luar biasa.
  • Butuh Perlakuan Khusus (Nasi Basi & Daging): Jika ingin memasukkan sampah yang rawan berbau ini, Anda wajib menggunakan cairan bio-aktivator atau enzim tambahan.

Gunakan cairan bio-aktivator atau enzim tambahan untuk mencegah bau amis.

Semprotkan cairan ini setiap kali Anda memasukkan sampah dapur yang rawan berbau. ***

Cairan ini membantu menetralkan gas dan mempercepat penguraian sebelum sampah membusuk.

Hasil kompos yang sudah jadi akan sangat menyuburkan tanaman hias, buah, maupun sayuran di rumah Anda.

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# organik
# sampah
# Kompos

Berita Terkait

News Update

Jakarta Selatan

Sikap Tegas Pramono Anung Soal Teror Bom SDN Srengseng Sawah 15: Jangan Takut, Sekolah Tetap Normal!

Ancaman bom palsu via WA landa SDN Srengseng Sawah 15 saat MPLS. Polisi pastikan aman dan langsung tangkap pelaku MY (34) di Jagakarsa. Pramono Anung tegaskan sekolah tetap normal, siswa diberi trauma

Nasional

Kasus KUR Jember Jadi Momentum BNI Perkuat Tata Kelola Penyaluran Kredit

BNI memperkuat tata kelola penyaluran KUR melalui digitalisasi, audit, dan pengawasan agar pembiayaan tepat sasaran.

Gaya Hidup

Benarkah Hamil di Usia 40 Tahun ke Atas Berisiko Tinggi? Ini Penjelasan Medis dan Cara Pencegahannya

Hamil di atas 40 tahun berisiko tinggi seperti preeklampsia & keguguran. Meski begitu, kehamilan tetap bisa aman dengan kontrol rutin, pola hidup sehat, skrining medis, & lingkungan yang suportif.

Bisnis

Lewat Rumah BUMN BRI, Suhita Lebah Indonesia Perkuat Usaha Madu Berbasis Konservasi

BRI melalui Rumah BUMN mendampingi Suhita Lebah Indonesia mengembangkan usaha madu terintegrasi dari hutan hingga pasar nasional.

Ekonomi

Dukung Kiprah UMKM Disabilitas Kaltara, Pertamina EP Tarakan Field Promosikan Batik Kubedistik ke Forum Nasional

Batik Kalimantan Utara karya Kelompok Usaha Bersama Disabilitas Batik (Kubedistik). Batik yang mengusung konsep "Batik Pekerjaan karena Hati" ini merupakan binaan PT Pertamina EP (PEP) Tarakan Field.

Gadget

Rekomendasi HP dengan Harga di Bawah Rp5 Jutaan, Mulai dari Motorola Edge 60 Fusion hingga Redmi Note 15 5G

Rekomendasi HP 5G Rp3-5 jutaan di 2026: Motorola Edge 60 Fusion berbodi militer, Infinix Note 60 5G bawa baterai 6500 mAh & wireless charging, iQOO Z10R dengan FlashCharge 90W, serta Redmi Note 15 5G

Jakarta Selatan

Hari Pertama MPLS, SDN Srengseng Sawah 15 Alami Teror Bom, KBM Kembali Dilaksanakan Besok

Kepala Suku Dinas Pendidikan Wilayah I Jakarta Selatan, Santoso memastikan bahwa kondisi sekolah saat ini sudah aman.

Metropolitan

Edukasi Pilah Sampah Masuk Materi MPLS, Pramono Anung: Menurut Saya Baik Sekali!

Langkah tersebut dinilai dapat menanamkan kesadaran untuk menjaga lingkungan sejak dini kepada para peserta didik.

Teknologi

5 Rekomendasi Smartwatch dengan Harga di Bawah Rp1 Juta yang Worth It Dibeli di Pertengahan Tahun 2026

Rekomendasi smartwatch 2026: Advan W1e Rp300 ribu berbodi metal, Huawei Band 11/11 Pro berlayar AMOLED terang, Haylou Solar Ultra dengan fitur GPS internal, serta Realme Watch 5.

Metropolitan

Bulky Waste DKI Makin Diminati, 1.700 Permintaan Penjemputan Sampah Besar Sudah Dilayani

Sepanjang Januari hingga pertengahan Juli 2026, Dinas Lingkungan Hidu DKI Jakarta mencatat sekitar 1.700 permohonan penjemputan telah ditindaklanjuti.

Jakarta Selatan

Hoax Ancaman Pesan Bom! SDN Srengseng Sawah 15 Jagakarsa Disisir Gegana, Polisi Kantongi Identitas Pelaku

Hari pertama masuk sekolah (MPLS) di SDN Srengseng Sawah 15 Pagi, Jagakarsa, Jakarta Selatan, diwarnai aksi teror bom yang mengejutkan pada Senin, 13 Juli 2026.

Jakarta Utara

Viral Satpol PP Terlibat Pungli di Cilincing, Pramono Anung: Jika Benar Ada, Kami Tindak Tegas!

Viral di media sosial dugaan pungli yang melibatkan oknum Satuan Polisi Pamong Praja (Satpol PP) di wilayah Jakarta Utara.

Nasional

Libur Sekolah Telah Usai, Program MBG Kembali Dibagikan Kepada Penerima Manfaat per Hari Ini

Kembalinya pelaksanaan Program MBG ini menjadi bagian dari upaya pemerintah untuk memastikan kebutuhan gizi peserta didik.

Pendidikan

SPMB Jakarta 2026 Berjalan Transparan, Pramono Anung: Keberatan dari Publik Hampir Tidak Ada

Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, memberikan kabar positif terkait pelaksanaan Sistem Penerimaan Murid Baru (SPMB) Tahun Ajaran 2026/2027 di ibu kota.

Pendidikan

Tinjau Langsung Pelaksanaan MPLS Tahun Ajaran 2026-2027, Syafrin Liputo Pastikan Tidak Ada Perundungan

Pemkot Jakarta Selatan berkomitmen untuk memastikan seluruh peserta didik baru bisa mengikuti kegiatan MPLS dalam suasana positif.

Metropolitan

Jakarta Jadi Tuan Rumah Indonesia Youth Summit 2026! Pramono Anung dan Erick Thohir Teken Kerja Sama Strategis

Pemprov DKI Jakarta resmi bekerjasama dengan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora) untuk dua agenda besar, yakni Wirasena Youth Camp dan Indonesia Youth Summit 2026.

Metropolitan

Pemprov DKI Beri Izin ASN Antar Anak Sekolah pada Hari Pertama Masuk, Ini Aturannya

Kebijakan ini diambil sebagai bentuk dukungan terhadap peran orang tua dalam mendampingi anak saat memulai tahun ajaran baru.

Jakarta Utara

Terbongkar! Oknum Satpol PP yang Diduga Pungli di Rumah Belajar Jakarta Utara Disebut Kerap Berulah

Kepala Satpol PP DKI Jakarta, Satriadi Gunawan, mengatakan oknum tersebut sudah beberapa kali membuat masalah bahkan sebelum dirinya menjabat.

Jakarta Timur

Sudinkes Lakukan Edukasi HIV/AIDS ke Pelajar: Januari hingga Juni 2026 ODHIV Ditemukan di Kelompok Usia Produktif

Menyasar kalangan pelajar, Suku Dinas Kesehatan (Sudinkes) Jakarta Timur lakukan berbagai langkah strategis untuk menekan angka penularan HIV/AIDS.

Nasional

Amankan Pasokan Listrik Sepanjang Tahun 2026, Pemerintah Siapkan 212 Juta Metrik Ton Batu Bara

Kementerian ESDM telah memerintahkan badan usaha pertambangan untuk menyediakan 212 juta metrik ton batu baru.