AYOJAKARTA.COM - Setiap orang rata-rata menghasilkan 1 hingga 1,5 kilogram sampah sisa makanan dalam satu hari.
Jika dibiarkan, sampah ini hanya akan menumpuk di tempat pembuangan akhir dan merusak lingkungan.
Padahal, 50% dari total sampah rumah tangga adalah bahan organik yang bisa diolah kembali.
Anda bisa menjadi solusi bagi polusi ini dengan cara mengompos di rumah sendiri.
Langkah pertama adalah menyiapkan wadah atau komposter. Gunakan wadah apa saja yang memiliki tutup rapat agar tidak diacak-acak oleh tikus atau kucing.
Pastikan Anda melubangi bagian bawah wadah agar air tidak menggenang dan menyebabkan pembusukan.
Buat juga lubang di bagian samping sebagai sirkulasi udara bagi bakteri pengurai.
Kunci keberhasilan kompos terletak pada metode "kue lapis". Anda harus menyiapkan dua jenis bahan, yakni organik kering dan organik basah.
Bahan kering bisa berupa daun kering, sekam, serbuk kayu, atau potongan kertas bekas. Bahan basah adalah sisa makanan dapur seperti kulit buah dan sisa sayuran.
Mulailah dengan meletakkan lapisan kering di dasar wadah. Tambahkan lapisan basah di atasnya, lalu tutup kembali dengan lapisan kering.
Pastikan lapisan paling atas selalu tertutup bahan kering dengan rapat. Teknik layering ini memudahkan proses pengolahan dan menjaga kebersihan.
Bakteri dan jamur membutuhkan kelembapan untuk bekerja. Siram sedikit air jika tumpukan terasa terlalu kering agar mikroorganisme tetap hidup.
Anda bisa mengaduk kompos seminggu sekali atau sebulan sekali. Semakin sering diaduk, semakin cepat proses penguraiannya.
Jangan takut dengan belatung, karena mereka akan hilang dengan sendirinya saat kompos matang dan siap panen.
Bahan yang Harus Dihindari
Namun, jangan asal memasukkan semua sisa makanan ke dalam komposter. Dilansir dari akun Instagram @kotajakartatimur, berikut beberapa hal yang wajib Anda perhatikan:
- Musuh Utama (Minyak & Santan): Minyak goreng dan kuah santan bisa menutup pori-pori kompos dan menghambat kinerja bakteri.
- Pemicu Bau Busuk: Hindari memasukkan tulang besar, produk susu, keju, atau mentega karena akan menimbulkan bau busuk yang luar biasa.
- Butuh Perlakuan Khusus (Nasi Basi & Daging): Jika ingin memasukkan sampah yang rawan berbau ini, Anda wajib menggunakan cairan bio-aktivator atau enzim tambahan.
Gunakan cairan bio-aktivator atau enzim tambahan untuk mencegah bau amis.
Semprotkan cairan ini setiap kali Anda memasukkan sampah dapur yang rawan berbau. ***
Cairan ini membantu menetralkan gas dan mempercepat penguraian sebelum sampah membusuk.
Hasil kompos yang sudah jadi akan sangat menyuburkan tanaman hias, buah, maupun sayuran di rumah Anda.
Share this article
Manusia menghasilkan 1-1,5 kg sampah makanan/hari. Solusinya, buat kompos mandiri wadah berlubang lewat metode kue lapis (organik basah & kering). Jaga kelembapan dan hindari minyak/santan agar subur.