AYOJAKARTA.COM - Pemerintah Provinsi DKI Jakarta mulai memperkuat strategi pengelolaan sampah dengan melibatkan kalangan pelajar.
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai sekolah dapat menjadi tempat yang efektif untuk menanamkan budaya memilah sampah sejak dini.
Menurut Pramono, lamngkah ini penting dilakukan untuk mengubah perilaku.
Persoalan sampah di Jakarta, kata Pram, tidak dapat diselesaikan hanya dengan menambah fasilitas pengolahan atau membangun infrastruktur baru.

Dibutuhkan perubahan pola pikir dan kebiasaan masyarakat agar pengurangan sampah dapat dimulai dari sumbernya, yakni rumah tangga, sekolah, dan lingkungan sekitar.
Karena itu, Pemprov DKI berencana mengintegrasikan program pemilahan sampah dari sumbernya ke dalam aktivitas sehari-hari di sekolah, khususnya bagi siswa tingkat SMP dan SMA.
Keterlibatan pelajar dalam program pilah sampah dari sumber ini juga masuk dalam Instruksi Gubernur (Ingub) Nomor 5 Tahun 2026.
"Itu menjadi hal yang paling mendasar. Karena yang paling penting adalah mengubah behavior, merubah karakter, merubah cara, merubah sifat orang dalam penanganan sampah," ujar Pramono.

Lebih lanjut, ia juga menyebut program pilah sampah ini juga akan diperluas hinga tingkat keluarga.
Bahkan, saat ini Pemprov DKI telah menyiapkan langkah agar pemilahan sampah menjadi kebiasaan warga.
Pram menambahkan bahwa pemilahan sampah dari sumber ini akan mempermudah pengolahan sampah seperti mempermudah penyaluran sampah ke pembangkit listrik tenaga sampah (PLTSa) hingga pengolahan kompos.***

Share this article
Gubernur DKI Jakarta Pramono Anung menilai sekolah dapat menjadi tempat yang efektif untuk menanamkan budaya memilah sampah sejak dini.