AYOJAKARTA.COM — Pemerintah Provinsi (Pemprov) DKI Jakarta terus berupaya mempercepat transformasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang menuju target zero open dumping.
Salah satu langkah strategis yang ditempuh adalah dengan mengembangkan skema pembiayaan kreatif atau creative financing.
Skema ini diterapkan untuk melengkapi pendanaan dari Anggaran Pendapatan dan Belanja Daerah (APBD) guna mempercepat penerapan sistem controlled landfill. Melalui kolaborasi ini, diharapkan pengelolaan sampah Jakarta menjadi lebih modern dan berkelanjutan.
Kepala Dinas Lingkungan Hidup (LH) DKI Jakarta, Dudi Gardesi Asikin, mengungkapkan bahwa transformasi TPST Bantargebang memerlukan dukungan besar dari sisi infrastruktur maupun teknologi.

"Creative financing menjadi salah satu skema pendukung untuk memperluas kolaborasi sekaligus mempercepat penyediaan fasilitas yang dibutuhkan," ujar Dudi pada Senin (27/7/2026).
Sebagai langkah awal, kolaborasi dengan sektor swasta telah diwujudkan dalam bentuk penyediaan material penutup dan geomembran. Material ini berfungsi untuk mengendalikan zona penimbunan sampah agar dampak lingkungannya dapat diminimalisir.
Dudi menjelaskan bahwa penggunaan material penutup ini memiliki fungsi vital, yakni:
- Membantu mengurangi bau sampah yang menyengat.
- Membatasi air hujan masuk ke dalam timbunan sampah.
- Menekan pembentukan air lindi yang berisiko mencemari lingkungan.
Saat ini, PT Indocement Tunggal Prakarsa dan PT Pertamina Retail tercatat telah berkontribusi menyediakan material tersebut. Dudi pun mengapresiasi langkah nyata ini dan mengajak korporasi lain untuk ikut terlibat melalui program CSR, dukungan infrastruktur, maupun penerapan teknologi.

Meski melibatkan pihak swasta, Dudi menegaskan bahwa hal ini tidak menggantikan tanggung jawab pemerintah. Sebaliknya, keterlibatan dunia usaha justru memperkuat upaya pembenahan pengelolaan sampah yang selama ini dibiayai APBD.
"Semakin luas kolaborasi yang terbangun, semakin besar pula dukungan untuk mewujudkan pengelolaan sampah yang lebih aman, modern, dan ramah lingkungan," pungkasnya.***
Share this article
Pemprov DKI Jakarta terus berupaya mempercepat transformasi Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang menuju target zero open dumping.