AYOJAKARTA.COM – Pilkada Jakarta 2024 semakin dekat. Pilkada Jakarta 2024 rencananya akan dilaksanakan pada tanggal 20 Oktober 2024.
Jelang Pilkada Jakarta 2024, sosial media dihebohkan dengan munculnya gerakan yang bertemakan ‘Anak Abah Tusuk Tiga Paslon’ atau bisa diartikan golput.
Dengan adanya gerakan tusuk tiga paslon itu akan membuat surat suara di Pilkada Jakarta 2024 nanti menjadi tidak sah.
Gerakan tersebut muncul diduga karena rasa kekecewaan para pendukung eks Gubernur DKI Jakarta Anies Baswedan atau yang akrab disapa anak abah karena jagoannya tersebut gagal melenggang ke kursi Jakarta 1.
Diketahui, Anies Baswedan gagal maju ke Pilkada Jakarta 2024 dikarenakan partai-partai pengusungnya memilih merapat ke Koalisi Indonesia Maju (KIM) Plus.
Koalisi Indonesia Maju (KIM) plus yang merupakan koalisi Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka sendiri mengusung Ridwan Kamil (RK)-Suswono di dalam Pilkada Jakarta 2024.
Sedangkan PDIP yang dikabarkan akan mengusung Anies Baswedan memilih untuk mengusung kader dari partainya sendiri yakni Pramono Anung-Rano Karno di Pilkada Jakarta 2024.
Baca Juga: Viral Larangan Beli Baju Murah Berbahan Polyester, Disebut Bisa Merusak Kulit
Melihat hal tersebut, Peneliti SMRC, Saidiman Ahmad ikut mengomentari gerakan ‘Anak Abah Coblos Tiga Paslon’ tersebut.
Peneliti SMRC, Saidiman Ahmad menyampaikan gerakan tersebut adalah gerakan yang wajar karena banyak warga Jakarta sekarang ini tidak terwadahi seperti pendukung Anies Baswedan di Jakarta.
Karena di Jakarta sendiri sebanyak 60-70 persen pendukung Anies Baswedan yang tidak terwadahi dan bingung untuk memilih siapa.
“Menurut saya ini gerakan yang wajar karena lagi-lagi kalau kita lihat di Jakarta ini ada aspirasi publik yang sangat besar yang tidak terwadahi dari tiga Pasangan calon yang sekarang muncul” ucap Peneliti SMRC, Saidiman Ahmad, dikutip Ayojakarta.com dari Youtube Nusantara TV, pada Selasa, 17 September 2024.
Baca Juga: Pramono Anung dan Rano Karno Optimis Menang Satu Putaran di Pilgub Jakarta: Kalo Dua Capek
“Pemilih Anies ditambah dengan pemilih Ahok itu kalau kita jumlahkan lebih dari 60% sampai 70% artinya sangat besar sebetulnya warga Jakarta yang tidak terkanalisasi dalam Pilkada di Jakarta sekarang ini” sambungnya.
Ia mengatakan gerakan ini wajar karena ada bentuk kekecewaan dari para pendukung Anies Baswedan.
“Karena itu kalau kemudian ada gerakan yang untuk mencoblos semua pasangan itu saya kira itu sangat wajar itu adalah bentuk kekecewaan” tutupnya.

Share this article
Diketahui, Anies Baswedan gagal maju ke Pilkada Jakarta 2024 dikarenakan partai-partai pengusungnya memilih merapat ke KIM Plus.