AYOJAKARTA.COM -- Meski gagal maju di Pilkada DKI Jakarta 2024, nama Anies Baswedan tetap ramai diperbincangkan.
Terlebih ketika muncul gerakan ‘Coblos 3 Paslon’ yang disebut-sebut dari kalangan pendukung Anies Baswedan atau biasa disebut Anak Abah.
Nama Anies Baswedan ramai disinggung meski dirinya gagal maju di Pilkada Jakarta 2024 bukan tanpa alasan.
Sebagaimana diketahui, Anies Baswedan juga pernah menjabat sebagai Gubernur DKI Jakarta dan hingga saat ini dirinya masih menjadi tokoh politik yang memiliki elektabilitas cukup tinggi.
Bahkan, di ajang Pilkada 2024 ini, pendukung Anies Baswedan inilah yang diinformasikan bakal jadi rebutan kedua paslon yakni Ridwan Kamil-Suswono dan Pramono-Rano Karno.
Lantas, sejauh mana efek Anies Baswedan di Pilkada Jakarta 2024 ini?
Dikutip dari tayangan Youtube Kompas TV Malang pada Rabu, 11 September 2024, Arya Fernandes selaku Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial CSIS menyebut jika sosok Anies memang sudah teruji kompetitif.
“Sebenarnya pemilihnya Pak Anies ini sudah teruji dalam kompetisi yang kompetitif di 2017 ketika itu putaran kedua,” ujar Arya.
“Putaran pertama Pak Anies kalah dengan Pak Ahok kemudian putaran kedua menang dengan angka 57 persen. Nah, kemudian teruji lagi di Pilpres yang kompetitif di 2024,” lanjutnya.
Baca Juga: Pendukung Serukan Gerakan 'Coblos 3 Paslon' di Pilkada Jakarta 2024, Anies Baswedan Angkat Bicara
Dari berbagai pemilihan umum yang pernah diikuti Anies menunjukkan jelas jika dirinya memiliki basis pendukung yang besar.
“Artinya dalam rentang waktu itu sebenarnya Pak Anies memiliki basis suara yang loyal yang jelas ya,” ujar Arya Fernandes.
Lalu kemana pendukungnya akan berlabuh?
Arya Fernandes menyebut soal kemana pendukung Anies Baswedan ini akan berlabuh tentu bergantung dari endorsement Anies nantinya.
“Dalam kondisi Pilkada Jakarta tentu saya kira faktor endorsement dari beliau ini akan sangat mempengaruhi wajah Pilkada DKI siapa yang akan menang, kemana suaranya akan berlabuh,” jelas Arya Fernandes.
Baca Juga: Pemilih Anies Baswedan Ogah Pilih Ridwan Kamil-Suswono? Begini Kata Juru Bicara
Lebih lanjut Arya menerangkan dengan contoh di era Jokowi dan Prabowo jelang Pilpres 2024 kemarin.
“Kita ambil contoh misalnya Pilpres 2024 kemarin, Pak Jokowi kita kenal punya daya dorong daya pikat yang besar disaat awal ketika itu Pak Jokowi dilihat oleh masyarakat mulai condong ke Pak Ganjar ketika itu,” ungkap Arya.
“Makanya suaranya cukup naik tinggi kemudian pada satu titik mengalami stagnasi dan perubahannya Pak Jokowi mulai kelihatan endorse Pak Prabowo dan mulai terjadi perubahan.” Katanya lagi.
Untuk itu di Pilkada Jakarta 2024 ini dukungan Anies Baswedan lebih condong kemana tentu jadi patokan besar bagi kedua paslon.
“Di Pilkada DKI Jakarta saya kira pilihannya tentu di sisi Pak Anies ya, apakah Pak Anies akan menunjukkan dukungannya ke salah satu dari 2 kandidat ini apakah ke Pak Pram atau RK dan itu saya kira akan menentukan,” jelas Arya Fernandes.
“Karena kalau saya lihat basisnya suara Pak RK itu kecil di bawah Pak Ahok, Pak Ahok itu sekitar 30 persen berdasarkan survei terakhir, Pak RK hanya kurang dari 20 persen, Mas Pram saya kira mungkin juga lebih kecil dibandingkan Pak RK.” Lanjutnya.
Baca Juga: Pendukung Anies Baswedan Serukan Gerakan Bertemakan ‘Anak Abah Tusuk Tiga Paslon’, Apa Alasannya?
Bahkan Kepala Departemen Politik dan Perubahan Sosial CSIS tersebut mengatakan jika setengah populasi Jakarta merupakan pendukung Anies.
“Jadi, saya kira setengah dari populasi Jakarta itu masih akan dipengaruhi kemana Pak Anies Baswedan,” terangnya.***

Share this article
Nama Anies Baswedan ramai disinggung meski dirinya gagal maju di Pilkada Jakarta 2024 bukan tanpa alasan.