AYOJAKARTA.COM – Selain dikenal sebagai perkumpulan pendukung tim sepak bola Persija, keberadaan Jakmania banyak mendapat sorotan oleh cagub peserta Pilkada Jakarta.
Dikenal karena memiliki banyak dukungan dari kaum muda dan warga Jakarta, kontestan Pilkada Jakarta menilai Jakmania dapat menjadi salah satu lumbung suara.
Guna menjalin komunikasi dan potensi dukungan perolehan suara, para kandidat peserta Pilkada Jakarta memberikan sejumlah janji kepada Jakmania.
Bukan hanya datang dari cagub-cawagub Pramono-Rano atau Ridwan-Suswono, janji senada juga disampaikan oleh pasangan dari jalur independen Dharma-Kun.
Untuk mendapat dukungan dari warga Jakarta khususnya pecinta Persija, pasangan Dharma-Kun berjanji akan menggratiskan GOR JIS bagi pendukung Jakmania.
Menurut Siti Fadila Supari yang merupakan tim pemenangan Dharma-Kun, janji tersebut merupakan pernyataan paling rasional atau masuk akal.
Maju sebagai pasangan cagub-cawagub dari jalur independen tanpa dukungan partai, peluang merealisasikan janji tersebut akan jauh lebih besar.
Baca Juga: Alhamdulillah Bansos MRP dan 3 Bantuan Sosial Cair Hari Ini via KKS dan Kantor Pos
Berbeda dengan pasangan lain yang perlu mengakomodir kebutuhan partai pendukung dalam membuat kebijakan, pasangan Dharma-Kun terbebas dari keharusan tersebut.
“Kita independen bukan petugas partai yang harus ngomongin janji-janji itu kepada yang menugaskan, kita petugas rakyat,” ungkap Siti.
Selain karena tidak terikat dengan struktur dan kewajiban sebagai kader partai, Siti juga menegaskan sosok Dharma yang juga merupakan penggemar sepak bola.
Adanya perbedaan ketentuan dan keharusan yang melatar belakangi kekuatan ikatan sebuah janji, menurut Siti perlu menjadi perhatian.
“Itu anggarannya memang mahal, tetapi menurut saya akan efektif karena tidak harus setoran ke partai, sehingga manajemennya lebih simple,” imbuh Siti.
Memiliki latar belakang sebagai salah satu perwira tinggi polisi dan ilmuwan, Siti menilai pasangan Dharma-Kun mampu mengakomodir kebutuhan warga Jakarta.
Memiliki potensi dukungan suara mencapai sekitar 3,9 juta dari seluruh wilayah Jakarta, menjadikan Jakmania dikaruniai posisi tawar yang cukup menggiurkan.
Sehubungan dengan janji yang banyak ditawarkan setiap kali ada proses pemilihan, Diky Soemarno selaku Ketua Umum The Jakmania memberi pernyataan.
Menurut Diky, Jakmania memiliki prinsip untuk melakukan dialog dan musyawarah setiap mengambil keputusan yang bersifat organisasi.
Muatan janji yang bersifat elektoral atau politis serta melibatkan The Jakmania, menurut Diky tidak bisa dilakukan tanpa diawali dengan proses dialogis.
Dialog dan pembahasan, menurut Diky sangat diperlukan mengingat adanya spektrum kepentingan yang berbeda antara pecinta Sepak Bola dengan Pilkada Jakarta.
“Kalau bertemu dengan para paslon, Jakmania itu punya prinsip untuk menghindari klaim dari paslon,” ungkap Diky.

Share this article
Jakmania memiliki prinsip untuk melakukan dialog dan musyawarah setiap mengambil keputusan yang bersifat organisasi.