AYOJAKARTA.COM - Kabar terbaru bagi warga DKI Jakarta khususnya di wilayah pesisir dengan adanya potensi banjir rob akhir Maret nanti.
Fenomena ini sebenarnya bukan hal baru, tetapi tetap saja warga harus bersiap dan waspada.
Warga pesisir Jakarta tentu sudah akrab dengan kondisi ini, di mana air pasang dari laut bisa meluber ke pemukiman dan jalanan.
Namun, untuk banjir rob kali ini pemerintah daerah tak mau kecolongan.
Berbagai langkah pencegahan tengah dipersiapkan agar dampak yang ditimbulkan bisa diminimalisir.
Gubernur DKI Jakarta, Pramono Anung, telah menerima laporan dari BPBD DKI Jakarta terkait potensi banjir rob yang diperkirakan terjadi pada 28-29 Maret 2025.
Menanggapi laporan tersebut, Pramono langsung mengambil langkah tegas.
Salah satu yang menjadi fokus utamanya adalah memastikan semua pompa air di wilayah utara Jakarta dapat berfungsi dengan baik.
"Kita antisipasi agar bagaimnana pompa-pompa yang ada di utara nanti akan diaktifkan kembali seperti kemarin," kata Pramono dikutip dari kanal YouTube Kompas.com, Rabu (12/3/2025).
Sementara itu, Sekretaris Pelaksana BPBD DKI Jakarta, Maruli Tua Sijabat, memastikan bahwa pihaknya telah menyiapkan berbagai langkah strategis guna menghadapi potensi banjir rob ini.
Salah satu yang utama adalah penyebaran informasi kepada warga yang berada di daerah rawan terdampak.
Baca Juga: Rencana Rilis 18 Maret! Berikut Spesifikasi Tecno Camon 40, Punya Kamera Terbaik di Harga Rp2 jutaan
Bentuk antisipasi lain ialah dengan menyiapkan sarana untuk evakuasi dengan menggunakan perahu.
Lebih lanjut, BPBD juga menyiapkan dukungan logistik bagi warga yang terdampak.
"Pemenuhan kebutuhan dasar daripada para pengungsi di lokasi pengungsian juga akan kita support," tambahnya.
Setiap tahunnya, fenomena banjir rob di Jakarta selalu datang dengan tantangan yang berbeda.

Share this article
Warga pesisir Jakarta tentu sudah akrab dengan kondisi ini, di mana air pasang dari laut bisa meluber ke pemukiman dan jalanan.