AYOJAKARTA.COM – Barefoot adalah berjalan tanpa alas kaki, atau biasa dikenal sebagai nyeker.
Barefoot mungkin hanya menjadi kebiasaan yang kamu lakukan di dalam rumah. Namun bagi beberapa orang, berjalan dan berolahraga tanpa alas kaki adalah aktivitas yang mereka lakukan sehari-hari.
Menurut beberapa ahli, ketika anak sedang belajar berjalan, dianjurkan untuk barefoot atau tanpa alas kaki. Hal ini karena penggunaan alas kaki dapat memiliki dampak pada cara anak tersebut menggunakan otot dan tulang kaki mereka.
Baca Juga: 8 Jenis Makanan dengan Omega-3 Tinggi yang Baik untuk Kesehatan Tubuh, Apa Saja?
Selain itu, anak-anak mendapatkan hal berharga dari permukaan tanah ketika mereka berjalan tanpa alas kaki, yaitu kemampuan mereka untuk memiliki kesadaran tubuh (proprioception) dalam ruang dan lingkungan sekitar.
Namun, seiring dengan pertambahan usia, kita sering kali memaksa anak-anak untuk menggunakan sepatu secara terus-menerus, dan akibatnya kita kehilangan manfaat dari kebiasaan berjalan tanpa alas kaki.
Oleh karena itu, para ahli kesehatan dan kebugaran menyarankan untuk tidak selalu mengenakan alas kaki sepanjang hari, serta mendorong untuk memberi kaki kita kesempatan bergerak dengan lebih bebas.
Baca Juga: 5 Mitos Tentang Kesehatan Mental yang Beredar di Masyarakat
Berikut informasi tentang manfaat dan risiko barefoot, yang dikutip AyoJakarta dari Healthline, Sabtu (9/9/2023).
Apa Manfaat Berjalan Barefoot?
"Manfaat yang paling jelas dari berjalan tanpa alas kaki secara teori adalah, bahwa kebiasaan ini membantu mengembalikan pola berjalan 'alami' kita," ungkap Dr. Jonathan Kaplan, spesialis kaki dan pergelangan kaki serta ahli bedah ortopedi di Hoag Orthopaedic Institute.
Ketika berkunjung ke toko sepatu atau sandal, kita akan menyadari bahwa banyak dari barang tersebut memiliki tingkat bantalan dan penyangga yang cukup berlebihan.
Meskipun saat menggunakannya kita akan merasa sangat nyaman, namun menurut, Dr. Bruce Pinker, penggunaan bantalan tersebut dapat menghambat penggunaan kelompok otot tertentu yang pada dasarnya bisa membantu memperkuat tubuh kita.
Baca Juga: Ternyata Polusi Udara jadi Ancaman Baru bagi Kesehatan Mental, Kok Bisa?
Manfaat lain dari berjalan barefoot atau tanpa alas kaki, adalah:
- kontrol yang lebih baik atas posisi kaki saat menyentuh tanah.
- peningkatan keseimbangan dan proprioception, yang dapat membantu meredakan nyeri.
- mekanika kaki yang lebih baik, dapat meningkatkan mekanisme pinggul, lutut, dan otot inti (core).
- menjaga rentang gerak yang tepat pada sendi kaki dan pergelangan kaki serta kekuatan dan stabilitas yang memadai pada otot dan ligamen.
- Bentuk dan ukuran sepatu yang tidak pas, dapat menyebabkan bunion, hammertoes, atau kelainan bentuk kaki.
- otot kaki yang lebih kuat, yang menopang daerah punggung bawah.
Baca Juga: 5 Efek Bahaya Melewatkan Sarapan Pagi bagi Kesehatan, Wajib Tahu Agar Tak Menyesal
Risiko Berjalan Barefoot
Berjalan tanpa menggunakan alas kaki di dalam rumah cenderung lebih aman. Namun, ketika kamu memutuskan untuk beraktivitas di luar rumah, maka harus disadari adanya potensi risiko yang bisa menjadi ancaman serius.
Menurut penjelasan Kaplan, kurangnya kekuatan yang memadai pada kaki dapat meningkatkan risiko terjadinya pola berjalan yang tidak tepat, yang pada gilirannya dapat meningkatkan potensi risiko cedera.
Pentingnya hal ini semakin terasa saat kamu memutuskan untuk mengadopsi kebiasaan barefoot setelah menghabiskan sebagian besar hidup menggunakan alas kaki.
Kaplan juga menegaskan bahwa kamu harus memperhitungkan jenis permukaan yang akan dilewati. Meskipun berjalan atau berolahraga tanpa alas kaki memiliki dampak kesehatan, tetapi tanpa alas kaki, kamu menjadi lebih rentan terhadap cedera yang disebabkan oleh medan yang tidak tepat.
Selain itu ketika berjalan tanpa alas kaki terutama di luar ruangan, akan meningkatkan risiko terkena bakteri berbahaya atau infeksi. Hal ini merupakan hal yang perlu diwaspadai dan diambil tindakan pencegahan yang sesuai.
Christopher Dietz, seorang ahli di MedExpress, menyoroti pentingnya berkonsultasi dengan dokter bagi penderita diabetes sebelum mereka memutuskan untuk berjalan tanpa alas kaki.
Menurutnya, individu yang mengalami neuropati perifer, yang dapat mengakibatkan ketidakmampuan merasakan luka di telapak kaki, perlu memperhatikan hal ini dengan lebih serius demi menjaga kesehatan mereka dengan baik.***

Share this article
Berikut informasi tentang manfaat dan risiko barefoot atau berjalan tanpa alas kaki. Apa saja plus minusnya?