AYOJAKARTA.COM — Tim 8 Koalisi Perubahan untuk Persatuan dikabarkan telah menyepakati satu nama untuk calon wakil presiden (cawapres) pendamping Anies Baswedan di Pilpres 2024 mendatang.
Namun, teka-teki siapa kandidat yang akan mendampingi Anies di pesta demokrasi nanti masih jadi misteri yang masih jadi tanda tanya sampai saat ini.
Nama Ketua Umum Demokrat Agus Harimurti Yudhoyono (AHY) pun digadang-gadang sebagai sosok yang akan mendampingi Anies untuk maju di pemilu nanti.
Hal tersebut juga terlihat dari kedekatan keduanya yang merupakan sahabat lama yang saat ini mempunyai visi dan misi yang sama untuk membawa perubahan di Indonesia agar lebih sejahtera.
Baca Juga: Ditanya IKN Saat Menghadiri Rakernas XVI Apeksi, Anies Baswedan: Jadi Headline
Koordinator Juru Bicara Partai Demokrat Herzaky Mahendra Putra mengatakan bahwa kode tentang nama AHY sebagai kandidat yang dipilih Anies itu sah-sah saja.
Sebab, kata dia, nama cawapres itu benar adanya bukan sekadar gimmick atau tipuan untuk menarik perhatian.
"Ya kalau ini kode sebagai cawapres, sebenarnya kalau dari mas Anies tidak ada kode-kode itu dari kami nya. Mas Anies itu udah tuntas dan tegas ya masalah cawapresnya," kata Herzaky, dikutip dari siaran MetroTV pada Jumat, 14 Juli 2023.
Ia juga menegaskan bahwa nama cawapres Anies sudah ada di tangan capres yang diusung partai koalisi.
Adapun momentum pengumuman nama tersebut hanya menunggu waktu yang tepat karena ini kejutan untuk seluruh rakyat Indonesia.
"Masalah cawapres sudah ada di kantong beliau. Pada waktunya akan diumumkan," katanya.
Selain itu, Herzaky juga melihat bahwa kode nama AHY sebagai cawapres Anies merupakan permintaan yang datang dari rakyat sendiri. Namun nama cawapres bagi partai demokrat sudah selesai karena mandat tersebut sudah ada pada Anies selaku capres yang diusungnya.
Sementara itu, juru bicara PKS M. Iqbal mengatakan bahwa nama Anies yang saat ini di gaungkan menjadi cawapres Anies itu sah-sah saja dan tidak ada masalah.
"Wajar-wajar saja yang namanya persahabatan, namanya koalisi yang sudah ada tanda tangan, ada piagam nya. Jadi kedekatan itu wajar sekali. Dan kami sudah komitmen bahwa yang akan kita usung adalah orang yang dari partai koalisi. Jadi ini tentu saja menjadi tolak ukur bagaimana bahwa koalisi perubahan untuk persatuan itu semakin solid, semakin kompak," kata Iqbal.
Tak hanya itu, Iqbal juga membeberkan bahwa tanggal 16 Juli 2023 nanti NasDem akan melakukan konsolidasi akbar para relawannya. Hal tersebut bertujuan untuk memenangkan Anies Baswedan sebagai capres di pemilu 2024.***
Share this article
Koalisi dikabarkan telah menyepakati satu nama untuk calon wakil presiden (cawapres) pendamping Anies Baswedan.