AYOJAKARTA.COM - Aroma persaingan Pilpres 2024 sudah terasa sejak awal tahun 2023 ini.
Banyak para petinggi partai politik yang beramai-ramai menyusun peta politik dengan membentuk koalisi antar partai maupun berusaha merebut hati rakyat dengan sejumlah safari politik.
Namun, belakangan para bakal calon presiden dan juga pimpinan partai ramai-ramai mendekati keluarga Jokowi.
Menurut pengamat komunikasi dan politik Universitas Airlangga Surabaya, Suko Widodo, pengaruh Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih sangat besar yang ditandai dengan masih adanya fenomena "Jokowi Effect" seperti halnya 10 tahun lalu.
Menurut Suko Widodo, Jokowi masih mempunyai pengaruh yang besar dalam pusaran politik Indonesia meskipun ia tidak bisa lagi mencalonkan diri sebagai presiden.
Hal ini pun kemudian dapat dilihat dari beberapa manuver politik dari banyak tokoh elite politik yang beramai-ramai berebut hati keluarga Jokowi salah satunya adalah dengan mendekati Gibran Rakabuming Raka.
Baca Juga: Ditantang Warganet untuk Pamer Prestasi seperti Anies Baswedan, Gibran Rakabuming: Saya Tidak…..
Sosok Walikota Solo tersebut terlihat beberapa kali kedatangan tamu para elite politik maupun mendapatkan undangan untuk makan siang bersama di Jakarta.
Hal ini pun kemudian menyebabkan isu semakin berkembang banyaknya elite politik atau bakal calon presiden yang berkunjung ke Kota Bengawan untuk mendongkrak elektabilitasnya.
Namun, dikutip dari sumber yang sama, Gibran Rakabuming Raka menanggapi bahwa hal tersebut hanya silaturahmi biasa.
"Enggak juga, kan silaturahmi, biasa-biasa, silaturahmi makan siang, makan malam, beliau-beliau itu kan juga punya agenda sendiri di masing-masing kota, ngepasi wae to," ucap Gibran.
Baca Juga: Wah! Anies Baswedan Ajak Gibran Rakabuming Ketemuan di Jakarta, Mau Ngapain?
Gibran pun membantah kabar bahwa kunjungan para elite politik yang dimulai dengan kunjungan Prabowo merupakan upaya untul menaikkan elektabilitasnya.
"Beliau-beliau kan sudah tinggi sekali (elektabilitasnya), nggak ada hubungannya dengan saya," katanya.
Lebih lanjut Gibran menanggapi beberapa pertanyaan terkait apakah Presiden Jokowi dan keluarganya dapat mendongkrak elektabilitas, ia pun menyerahkan hal tersebut kepada para pengamat politik.
"Iya itu biar pengamat politik saja atau petinggi politik saja yang berkomentar, saya sih silaturahmi," katanya.
"Saya ketemu siapa saja bebas, gada tujuannya untuk apa-apa, saya itu masih junior harus menghadap para senior untuk belajar," lanjutnya.
Sebelumnya Gibran sempat bertemu dengan Anies Baswedan di Hotel Novotel Solo, Selasa, 11 November 2022. Ia juga sempat bertemu dengan Prabowo di Loji Gandrung, Selasa, 24 Desember 2022 malam.
Kemudian, Senin, 6 Februari 2023, ia juga sempat bertemu dengan Airlangga Hartarto yang merupakan ketum partai Golkar bakal meresmikan Solo Tecknopark.***

Share this article
Menurut pengamat komunikasi dan politik Universitas Airlangga Surabaya, Suko Widodo, pengaruh Presiden Joko Widodo (Jokowi) masih besar.