URGENT! 30 Persen Indonesia Sudah Kemarau Tapi Jakarta Masih Hujan Lebat, Kok Bisa?

Berdasarkan infografis yang ditampilkan, Jakarta memang sedang mengalami fenomena cuaca yang cukup unik dan mengkhawatirkan belakangan ini.
Berdasarkan infografis yang ditampilkan, Jakarta memang sedang mengalami fenomena cuaca yang cukup unik dan mengkhawatirkan belakangan ini.

AYOJAKARTA.COM - Berdasarkan infografis yang ditampilkan, Jakarta memang sedang mengalami fenomena cuaca yang cukup unik dan mengkhawatirkan belakangan ini.

Kondisi cuaca yang tidak menentu ini ditandai dengan pola yang sangat kontras - pagi hari matahari bersinar cerah dengan langit biru, namun menjelang sore atau malam hari tiba-tiba langit berubah mendung gelap dan hujan deras turun tanpa peringatan.

Fenomena ini ternyata memiliki istilah ilmiah yang disebut "kemarau basah" atau dalam bahasa meteorologi dikenal sebagai kondisi dimana meskipun secara kalender dan perhitungan musim kita sudah memasuki periode kemarau.

Baca Juga: Wilayah 2 Beruntung! Pencairan PKH Tahap 3 Dimulai dari DKI-Jateng-Kalimantan

Namun intensitas curah hujan yang turun justru melebihi angka normal atau rata-rata historis.

Data menunjukkan bahwa saat ini 30% zona musim di Indonesia sudah memasuki musim kemarau, tetapi sebagian besar wilayah lainnya, termasuk Jakarta dan sekitarnya, masih mengalami musim hujan dengan intensitas yang tidak biasa.

Inilah yang membuat cuaca Jakarta jadi sangat sulit diprediksi dan sering membuat warga kaget ketika hendak beraktivitas di luar rumah.

Penyebab terjadinya fenomena kemarau basah ini sangatlah kompleks dan melibatkan beberapa faktor meteorologi yang saling berinteraksi.

Faktor pertama dan paling signifikan adalah melemahnya kekuatan angin monsun Australia yang biasanya berperan penting dalam membawa massa udara kering ke wilayah Indonesia, khususnya Jakarta.

Baca Juga: 1 Bulan Penuh Keseruan! Flona 2025 Hadirkan Flora Langka dan Fauna Menggemaskan, Catat Tanggalnya!

Ketika angin monsun ini melemah, udara kering dari Australia tidak dapat masuk secara optimal ke wilayah Indonesia, sehingga kelembaban udara tetap tinggi.

Faktor kedua adalah kondisi suhu permukaan laut Indonesia yang masih relatif hangat, bahkan cenderung lebih hangat dari kondisi normal.

Suhu laut yang hangat ini menyebabkan proses penguapan air laut berlangsung lebih intens, menghasilkan uap air yang lebih banyak di atmosfer dan pada akhirnya membentuk awan-awan pembawa hujan.

Faktor ketiga yang tidak kalah penting adalah terjadinya gangguan atmosfer berupa gelombang Kelvin-Rossby yang terjadi berulang kali dalam periode yang relatif singkat.

Gelombang ini merupakan fenomena atmosfer yang dapat mempengaruhi pola sirkulasi udara dan distribusi tekanan udara di kawasan Indonesia, sehingga menciptakan kondisi yang kondusif untuk pembentukan awan hujan meski sedang musim kemarau.

Dampak dari fenomena kemarau basah ini sangat serius dan perlu mendapat perhatian khusus dari seluruh warga Jakarta dan sekitarnya.

Baca Juga: Nggak Perlu Ekstrem, Modifikasi Fazzio Hybrid Ini Tunjukkan Kalcer Lewat Detail Kecil

Risiko utama yang harus diwaspadai adalah potensi banjir kiriman dari daerah-daerah hulu atau pegunungan yang berada di sekitar Jakarta.

Ketika curah hujan tinggi terjadi di daerah hulu, air akan mengalir deras menuju hilir dan menambah debit air di sungai-sungai utama yang melintasi Jakarta seperti Sungai Ciliwung, Pesanggrahan, dan Krukut.

Sungai-sungai ini akan menerima kiriman air dalam volume yang sangat besar, dan jika dikombinasikan dengan hujan lokal yang terjadi di Jakarta sendiri, maka potensi luapan air atau banjir menjadi sangat tinggi.

Selain itu, pada periode peralihan dari musim hujan ke musim kemarau, seringkali terjadi cuaca ekstrim seperti hujan lebat dengan intensitas tinggi dalam waktu singkat, angin kencang, bahkan petir yang berbahaya.

BMKG telah memprediksi bahwa kondisi kemarau basah tahun 2025 akan berlangsung lebih panjang dari normalnya, yang berarti masyarakat harus bersiap menghadapi ketidakpastian cuaca dalam jangka waktu yang lebih lama.

Oleh karena itu, sangat penting bagi seluruh warga Jakarta untuk selalu waspada dan siap siaga dengan memantau informasi cuaca terkini melalui berbagai saluran resmi seperti website pantaubanjir.jakarta.go.id untuk memantau kondisi genangan dan banjir secara real-time.

Selain itu aplikasi JAKI untuk mendapatkan laporan dari warga lain, mengikuti update dari website dan media sosial resmi BPBD DKI Jakarta dan BMKG, serta menggunakan layanan Jakarta Siaga 112 untuk situasi darurat yang memerlukan penanganan segera.***

Ikuti AyoJakarta.com di Google Jadikan kami sumber pilihan untuk mendapatkan berita terkini lebih cepat
Ikuti
Tag Terkait
# Kemarau
# Fenomena
# unik
# hujan
# Jakarta

News Update

Sport

Mau Nobar Final Piala Dunia? Polda Metro Jaya: Dilarang Bawa Miras!

Jelang final Piala Dunia Spanyol vs Argentina, Polda Metro Jaya mengeluarkan imbauan penting bagi masyarakat yang berencana menggelar nonton bareng (nobar).

Pendidikan

Hore! Pramono Anung Pastikan 85 Mahasiswa ITB Asal Jakarta akan Dapat Bantuan Beasiswa dari Pemprov DKI Jakarta

Sebanyak 85 mahasiswa asal DKI Jakarta dari keluarga kurang mampu yang telah diterima di Institut Teknologi Bandung (ITB) dipastikan akan mendapatkan dukungan beasiswa dari Pemprov DKI Jakarta.

News

Baru 2 Hari Dimulai Kembali, Dugaan Keracunan Akibat Konsumsi MBG di Jember! BGN Janji akan Evaluasi

dugaan kasus keracunan makanan yang menimpa sejumlah siswa dalam program Makan Bergizi Gratis (MBG) di Jember, Jawa Timur.

Metropolitan

Demi Atasi Kemiskinan, Presiden Prabowo Siap Pangkas Anggaran TNI-Polri: Rela Ya?

Presiden Prabowo Subianto menegaskan komitmen pemerintah untuk memprioritaskan penghapusan kemiskinan dan kelaparan di tanah air.

News

PWI Pusat Sesalkan Pernyataan Hotman Paris, Minta Hormati Martabat Wartawan dan Kemerdekaan Pers

PWI Pusat menyampaikan keprihatinan dan penyesalan atas pernyataan Advokat Hotman Paris Hutapea kepada wartawan saat memberikan keterangan kepada media di lingkungan Kejaksaan Agung.

Metropolitan

Sentil yang Sebut Harga Beras Mahal, Presiden Prabowo: Suruh Ikut Tanam Padi Sendiri

Tak berikan solusi, Presiden Prabowo Subianto memberikan pernyataan menohok bagi pihak-pihak yang menilai harga beras saat ini terlalu mahal.

Bisnis

Berkat Pelatihan dan KUR BRI, Usaha C'milzea Rosyidah Terus Berkembang

BRI mendukung Rosyidah mengembangkan usaha olahan hasil laut melalui Pelatihan Purna Pekerja Migran dan KUR BRI.

Bekasi

Geram! MenPPPA Arifah Fauzi Pastikan Kawal Kasus Bocah 4 Tahun di Bekasi yang Tewas Dianiaya Ibu Tiri

Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA), Arifah Fauzi, menegaskan akan mengawal ketat proses hukum terhadap kasus bocah di Bekasi yang dianaya ibu tiri.

Metropolitan

Catat! Pemprov DKI Hentikan Sistem 'Open Dumping' di Bantargebang Mulai 1 Agustus

Pemprov DKI Jakarta secara resmi akan mulai meninggalkan praktik open dumping atau pembuangan sampah terbuka mulai 1 Agustus 2026.

Jakarta Selatan

Viral di Medsos dan Terekam CCTV, Pelaku Pembuangan Sampah Sembarangan di Jaksel Didenda Rp500 Ribu!

Dinas Lingkungan Hidup (DLH) DKI Jakarta memberikan sanksi tegas kepada pelaku pembuangan sampah liar di wilayah Jakarta Selatan.

Metropolitan

Secara Bertahap, TPST Bantargebang Mulai Terapkan Sistem Controlled Landfill per 1 Agustus 2026, Apa Itu?

Mulai 1 Agustus 2026, Tempat Pengolahan Sampah Terpadu (TPST) Bantargebang akan mulai menerapkan sistem controlled landfill secara bertahap.

Metropolitan

Waspada Hujan Ringan di Jakut dan Jaksel, Simak Prakiraan Cuaca Jakarta Minggu 19 Juli 2026

BMKG bagikan informasi seputar cuaca untuk wilayah DKI Jakarta pada hari ini, Minggu, 19 Juli 2026.

Viral

Fritz Hutapea Bongkar Borok Aspri Pertama Hotman Paris yang Kini Dituding Jadi Makelar Kasus

Anak kandung Hotman Paris Hutapea, Fritz Hutapea, tak segan untuk membongkar borok Benny Djannah atau Nurbaeny Janah.

Nasional

Mengenal Patris Yusrian Jaya, Calon Kepala Badan Pemulihan Aset yang Baru di Kejagung

Jaksa Agung usulkan Kajati DKI Patris Yusrian Jaya jadi Kepala Badan Pemulihan Aset menggantikan Kuntadi pada Juli 2026. Patris memiliki kekayaan Rp8,3 miliar berdasar LHKPN 2024.

Gaya Hidup

Lewat BRI Wellness Experience, BRI dan Plataran Indonesia Perkuat Ekosistem Wellness

BRI Gandeng Plataran Indonesia hadirkan BRI Wellness Experience, dukung gaya hidup sehat dan perkuat ekosistem wellness.

Nasional

Rekam Jejak Kuntadi, Pembongkar Kasus Harvey Moeis yang Kini Calon Kuat Jampidsus Pengganti Febri Adriansyah

Jaksa Agung usulkan Kuntadi sebagai Jampidsus baru menggantikan Febri Adriansyah. Peraih Adhyaksa Award 2024 pembongkar kasus korupsi timah ini telah disetujui Presiden Prabowo pada Juli 2026.

Bisnis

Pertamina Patra Niaga Ambil Tindakan Tegas Atas Petugas Tenant Nitrogen Merokok di SPBU

Pertamina Patra Niaga tindak tegas petugas tenant nitrogen yang merokok di area SPBU demi menjaga standar keselamatan operasional.

Bisnis

Dukung Usaha Ekonomi Sirkular, Menteri PPPA dan Kepala BPS Apresiasi PNM

Menteri PPPA dan Kepala BPS apresiasi pemberdayaan PNM untuk usaha ekonomi sirkular yang terbukti dongkrak kemandirian ekonomi.

Gadget

Spesifikasi Red Magic 11S Pro, HP Gaming Snapdragon 8 Elite dengan Baterai Raksasa 7.500 mAh

Red Magic 11S Pro Rp22 juta ditenagai Snapdragon 8 Elite (AnTuTu 4,2 juta). HP gaming tanpa tompel ini bawa bodi transparan, sistem pendingin Aquacore kipas 24k RPM, serta baterai raksasa 7.500 mAh.

Teknologi

Bisa Disulap Jadi PC Desktop, Lenovo Legion Tab Gen 5 Andalkan Fitur Bypass Charging untuk Gamers

Lenovo Legion Tab Gen 5 jadi tablet gaming resmi terkencang dengan Snapdragon 8 Elite (AnTuTu 4 juta). Layarnya IPS 3K 165Hz, bawa fitur Bypass Charging, baterai 9000 mAh, dan bisa jadi PC desktop.