AYOJAKARTA.COM – Ridwan Kamil dan Suswono resmi bakal mencalonkan diri sebagai Calon Gubernur dan Wakil Gubernur di Pilgub Jakarta 2024.
Keduanya diinformasikan akan mendaftarkan diri ke Komisi Pemilihan Umum (KPU) pada Rabu, 28 Agustus 2024.
Menariknya lagi, Ridwan Kamil-Suswono mendapat dukungan besar dari 12 partai politik pada kontestasi Pilgub Jakarta kali ini.
Koalisi raksasa tersebut termasuk di dalamnya ada Golkar, Gerindra, PKS, Demokrat, NasDem, PAN, PKB dan beberapa lainnya siap memenangkan Ridwan Kamil-Suswono.
Baca Juga: Jejak Digital Ridwan Kamil di Akun X Kembali Viral, RK: Saya Akui Dulu Saya Kurang Bijak...
Namun, di tengah pencalonan Ridwan Kamil di Pilgub Jakarta 2024, beredar cuitan lama dirinya yang membuat warganet geram.
Bagaimana tidak, dalam cuitan lama tersebut, Ridwan Kamil banyak menuliskan unggahan bernada julid soal Jakarta.
“Tengil, gaul, glamor, songong, pelit, gengsian, egois, pekerja keras, tahan banting, pamer, hedon. Itu karakter org JKT. #ccitybranding,” tulis Ridwan Kamil di akun X nya pada 6 Juni 2011.
“Kawasan Mangga Besar Jakarta itu seperti Azahari Sisters: Gak jelas dan suka bikin kehebohan menggelinjang,” tulis Ridwan Kamil pada 12 Juni 2011.
Baca Juga: Klarifikasi Ridwan Kamil Terkait Cuitan Lama yang Julid: 'Maafkan Aku yang Dulu'
Serta masih ada beberapa cuitan lawas lainnya yang cukup membuat publik bertanya-tanya tujuan Ridwan Kamil maju di Pilgub Jakarta.
Mengetahui bahwa cuitan lamanya kembali viral, Ridwan Kamil tak menampik dan memberikan klarifikasi.
Dikutip ayojakarta.com dari akun X @ridwankamil pada Senin (26/8/2024), Ridwan Kamil mengakui jika sebelum menjadi pejabat, dirinya memang aktif menyampaikan aspirasi melalui media sosialnya tersebut.
“Dulu 12-15 tahun yang lalu sebelum jadi pejabat publik, saya memang aktif bermain Twitter (sekarang X),” tulis Ridwan Kamil.
Baca Juga: Ramai Dikomentari Netizen, Ridwan Kamil Hapus Cuitan Lama tentang Karakter Orang Jakarta
Ridwan Kamil tak menampik sama sekali jika dirinya kerap membuat unggahan bernada pedas hingga julid.
“Sebagaimana nature-nya platform tersebut, saya berekspresi secara bebas, kadang penuh kritik pedas, kadang nyindir, sering juga nyinyir,” tulisnya lagi.
“Sering saya katakan di mana-mana, dulu saya adalah netizen yang marah-bahkan julid,” tambahnya.
Meski begitu, Ridwan Kamil menuturkan jika proses hidup kini membawanya menjadi lebih baik.
“Tapi kemudian takdir membawa saya ke proses hidup yang lebih kompleks. Pada gilirannya, Allah menakdirkan saya menjadi pejabat publik, dari wali kota sampai gubernur,” terangnya melalui caption.***

Share this article
Terkait cuitan lamanya tentang Jakarta yang julid, Ridwan Kamil mengakui dan berikan penjelasan bijak.